SUBANG-Permasalahan lingkungan dan kesejahteraan petani menjadi permasalahan yang disorot dunia saat ini. Pencemaran lingkungan, pemanasan global, kerusakan tanah pertanian, mahalnya harga pupuk kimia, merosotnya harga gabah dan berimbas pada semakin terpuruknya nasib petani.
Atas dasar permasalahan tersebut, sepasang suami istri asal Purwadadi, Subang yang sering disapa Kang Tedi dan Teh Eli selama sepuluh tahun mengadakan riset pengembangan dan aplikasi Pupuk Organik Cair (POC) Granuma DZA. Saat ini mereka mampu mengembangkan pupuk organik, pestisida organik, dan penetral limbah, bahkan dengan biaya produksi nol rupiah.
Tak ingin disimpan sendiri, pengetahuan mengenai cara pembuatan pupuk tersebut mereka bagikan melalui Komunitas Granuma Organik. Tedi menuturkan, melalui komunitas ini dirinya ingin mengajak masyarakat untuk saling peduli dan berbagi ilmu demi terciptanya kemandirian pangan.
“Saat ini kami memproduksi pupuk organik cair ini untuk dijual ke petani dengan harga murah. Yang penting bisa memakmurkan petani, memperbaiki kerusakan lingkungan, khususnya tanah yang selama ini terpapar zat kimia dan kehilangan unsur hara,” ujarnya, Rabu (19/9/2019).
Selain memproduksi, pasangan suami istri tersebut juga rajin mengadakan pelatihan cara pembuatan pupuk organik cair bagi para petani. Eli menyebutkan tujuan dari pelatihan tersebut tak lain agar petani mandiri dan bisa membuat pupuk tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Eli menambahkan, bahan untuk memproduksi POC Granuma DZA juga mudah ditemui dan bisa didapatkan secara gratis. Diantaranya tumbuhan liar seperti kembang bulan, sintrong, buah kersen, air kelapa, dan bayam liar.
“Niat kita berbagi. Jadi ilmunya kita kasih ke mereka. Bahkan yang datang wajib mengajarkan lagi resep pembuatan pupuk organik ini ke beberapa temannya. Lagipula bahan yang dibutuhkan mudah didapat karena tumbuhan liar yang ada disekitar kita,” jelasnya.
Selain pembuatannya yang mudah, POC Granuma Organik ini juga memiliki berbagai keunggulan. Seperti mampu menyuburkan tanah, meningkatkan kuantitas dan kualitas hasil panen, menambah keuntungan petani karena hasil pertanian organik bisa dijual dengan harga tinggi, dan mengurangi biaya produksi pupuk serta penggunaan bahan kimia.
Kini POC Granuma Organik sudah dipasarkan di berbagai kota bahkan sampai ke luar pulau jawa. Diantaranya Cianjur, Garut, Makasar, Samarinda, Lampung, Surabaya, Lombok, Denpasar, Bengkulu, Riau, dan Banjar Baru. Untuk pelatihan, Komunitas Granumna Organik juga sering bekerjasama dengan pihak lainnya seperti mahasiswa Universitas Parahyangan Bandung, kelompok tani, sampai ibu rumah tangga.
“Jika ada yang berminat untuk mengikuti pelatihan dengan senang hati kami akan datang atau bisa juga datang ke tempat produksi di Desa Wanakerta, Purwadadi atau hubungi ke nomor 087802404277. Untuk masalah limbah rumah tangga atau limbah kimia, kami juga mengembangkan POC Penetral Limbah. Mudah-mudahan bisa bersama memakmurkan bumi bersama Komunitas Granuma Organik,” tandasnya.

Tinggalkan komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here