SUBANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang Jawa Barat kembali menyelenggarakan Kaulinan Urang Lembur (Permainan Tradisional Anak-Anak ) “Alimpaido”. Acara tahunan kali ini dilaksanakan mulai hari ini Rabu 19-20 September 2018 yang di laksanakan di obyek wisata Sariater Subang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang Swarna Murdias mengatakan kegiatan Alimpaido ini merupakan bagian dari melestarikan kan budaya lokal khususnya permainan anak-anak yang hampir punah.

“Jawa Barat khususnya Subang sangat kaya dengan berbagai jenis permainan tradisional yang atraktif,” ujar Kadisdik.

Namun menurutnya, Akibat modernisasi, permainan tradisional kini telah tergeser dan hampir punah. Oleh karenanya, sebagai upaya pelestarian terhadap kearifan lokal, sekaligus pengembangan kepariwisataan Jawa Barat, kita adakan kegiatan Kaulinan Urang Lembur.

“Kegiatan kaulinan urang lembur yang dikemas menjadi salah satu atraksi wisata yang memiliki nilai tambah social, ekonomi dan lingkungan untuk mewujudkan pembangunan pariwisata yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan (Sustainable and Environmental Tourism Development),” kata Swarna.

Dikatakan Swarna, Kaulinan Urang lembur yang diperlombakan tahun ini diantaranya melombakan permainan tradisional yang terdiri dari 10 jenis permainan yaitu Egrang, Kelom Batok, Rorodaan, Engkle/Sondah, Sorodot Gaplok, Perepet Jengkol, Gatrik, Gasing, Bedil Jepret dan Sumpit.

“10 permainan atau Kaulinan Urang lembur ini yang dilombakan ini merupakan bagian permainan yang akan terus kita lestarikan sebagai bagian dari menjunjung tinggi kearifan lokal,” ungkapnya.

Swarna berharap, kegiatan Kaulinan Urang lembur ini bisa terus dilestarikan dan dapat dipertahankan untuk warisan masa depan generasi kita.

Kegiatan festival Kaulinan Urang lembur ini di ikuti oleh siswa Sekolah Dasar yang terpilih mewakili kecamatan masing-masing di Kabupaten Subang

Tinggalkan komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here