BANDUNG- Puluhan warga Nyengseret kecamatan Astana Anyar Kota Bandung terlihat mengikuti kegiatan sosialisasi bantuan pendidikan orang dewasa yang belum sekolah, pada hari senin tanggal 17 September 2018 di ruangan kantor RW 06 jalan rasdan kelurahan Nyengseret Astana Anyar Kota Bandung.

Kebahagiaan terpancar dari roman wajah mereka, karena merasa terbantu oleh seorang sosok muda bernama Imam.” Mendapat solusi pendidikan dan kami ini bisa ikut program paket (Kesetaraan,red) sampai lulus,” ungkap Sri warga belajar di PKBM Imam Syafe’i.

Mang Imam adalah pemilik nama Imam Syafe’i, yang menggagasa bantuan pendidikan tersebut, Imam Mengungkapkan,”Kegiatan ini merupakan salah satu perjuangan pendidikan melalui kegiatan sosialisasi bantuan pendidikan bagi orang dewasa yang belum sekolah,” ungkapnya.

Menurut Imam, berbagai alasan sehingga putus atau tidak sekolah, hingga tidak memiliki ijazah pendidikan, solusi yang kami tawarkan adalah mereka dapat mengikuti pendidikan kesetaraan dari jenjang SD, SMP dan SMA, sehingga lulusannya dapat melanjutkan study ke jenjang lebih tinggi, dan dapat melamar pekerjaan, atau menempur karier yang lainnya,” lanjut Mang Imam.

Mang imam memiliki harapan tinggi, apabila semua warga sudah menempuh pendidikan yang lebih tinggi secara merata, semoga kelak warga lebih sejahtera dalam berkehidupan kedepannya, “Maka kita perjuangkan agar semua masyarakat dapat mengenyam pendidikan yang lebih tinggi melalui bantuan beasiswa pendidikan dari pemerintah. Selain itu warga perlu dilatih keterampilan yang dapat menunjang keahlian masing masing, semoga kelak semua pihak dapat memperjuangkan pendidikan keterampilan ini,” imbuh aktivis pejuang pendidikan ini.

Mang Imam Sosok Putra Terbaik Kota Bandung sang pejuang pendidikan

Rohanah, 36 Koordinator Warga Kopjar Astana Anyar menyambut gembira atas kegiatan yang berjalan sudah dua tahun pelajaran tersebut, “Senangnya selain warga bisa mengikuti jenjang pendidikan, mereka juga diberikan wawasan dan keterampilan penunjang, sehingga kedepan menjadi modal pribadi masing masing warga yang putus sekolah,” tutur aktivis Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kota Bandung ini.

Jika melihat sosoknya Mang Imam pria dengan kulit hitam manis dan tahi lalat di wajah ini takkan menyangka jika dia merupakan lulusan sebuah kampus terkenal di Bandung, Memiliki karir cukup cemerlang dan berdomisili di kawasan Cipadung Cibiru kota Bandung dan lulusan Sarjana Pendidikan Fisika dari kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung. Imam merupakan penyandang gelar Magister Manajemen Pendidikan dari Universitas Islam Nusantara (Uninus) Bandung.

Mang Imam memang aktivis didunia pendidikan selain sering menjadi pembicara di banyak seminar dan dialog dan pelatihan pendidikan tingkat nasional mang Imam pernah juga pernah menjadi guru honorer yang mengajar di beberapa sekolah di Kota Bandung, sejak 2007.

Mang Imam pernah mengajar di SMP Bandung Institut, Kota Bandung, SMA Pasundang 4 Kota Bandung, SMK Pasundan 3 Kota Bandung, SMK Pasundan Jatinangor, SMK Setia Bhakti Kota Bandung, SMP Setia Bhakti Kota Bandung, SMK Bakti Mandiri, SMK Amal Bakti Cipadung Kota Bandung, SMA Mekar Arum.

Selain kesibukan menjadi honorer Mang Imam bahkan pernah menjadi Tim Pengawas Eskternal Polda Jabar dari unsur LSM/ormas.

Dalam memantapkan perjuangannya dalam pendidikan, mang imam mendirikan yayasan dan sekolah PAUD, TK, DT, SDIT dan bimbel Adam Hawa, LKP, PKBM Imam Syafe’i.

Ditengah kesibukan mengurusi lembaga pendidikan Mang Imam juga mengelola sebuah yayasan, mengelola dan memimpin perusahaan CV Indomutu Prakarya, tak ketinggalan Imam juga seorang aktivis sejati dengan menjadi pengurus DPD Mapancas Jabar, dan menjadi ketua DPD Gema MKGR Jawa Barat.

Tinggalkan komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here