SUBANG – Pengasuh Sanggar Tari Nay Sunda Subang, Noviyanti Maulani menyerahkan seperangkat gamelan lengkap kepada Tokoh Masyarakat Seni Ciangsana, Rabu (24/10/2018) tadi malam, yang diterima langsung oleh Pimpinan Masyarakat Seni Ciangsana Bah Adang.

Novi yang kerap dijuluki Indung Budak, tidak hanya menggratiskan belajar nari Sunda klasik, kepada anak didiknya, tetapi juga memiliki kepedulian, dan perhatian yang begitu tinggi, terhadap keberlangsungan sejumlah kelompok seni dan budaya yang ada di wilayah Kabupaten Subang.

Pimpinan Masyarakat Seni Ciangsana Bah Adang saat menerima bantuan seperangkat gamelan dari “Indung Budak”, terlihat begitu gembira dan senang, karena menurutnya, baru pertama kali menerima bantuan seperangkat gamelan, dari seorang Pimpinan Sanggar Tari, apalagi Sanggar Tari yang dipimpinnya itu tidak komersil, tetapi mampu memberikan bantuan kepada Masyarakat Seni.

“Saya haturkan banyak terima kasih kepada “Indung Budak”, semoga kebaikannya itu dibalas Allah SWT, dengan kebaikan yang berlipat ganda, dan mudah-mudahan semua Cita-cita “Indung Budak’ dikabulkan Alloh SWT, atas semua yang telah diberikan kepada anak di Sanggar Tari Nay Sunda, termasuk kepada Saya ini,” ucap Bah Adang, Rabu (25/10/2018).

Bah Adang juga mengatakan, apa yang sudah diberikan oleh “Indung Budak” berupa seperangkat gamelan ini, akan dimanfaatkan sebaik-baiknya, oleh Masyarakat Seni Ciangsana, untuk kemajuan seni dan budaya Sunda, sehingga seni dan budaya Sunda tetap lestari di bumi Pertiwi tercinta ini.
“Insya Alloh, gamelan ini akan dimanfaatkan sebaik mungkin untuk melestarikan seni dan budaya Sunda,” tegasnya.

Sementara itu “Indung Budak'” mengatakan, pemberian seperangkat gamelan itu, hanya bertujuan untuk pelestarian seni dan budaya Sunda, yang selama ini sudah mulai tergerus, seiring perkembangan zaman, dan tekhnologi.
Maka dari itu “Indung Budak” berharap, dengan bantuan seperangkat gamelan kepada Masyarakat Seni Ciangsana itu, mampu membangkitkan minat generasi milenial, untuk mengenal, sekaligus peduli untuk melestarikan seni dan budaya Sunda yang ada.

“Ini hanya bentuk kepedulian saja masa ada kelompok Masyarakat Seni yang memiliki komitmen kuat untuk melestarikan seni dan budaya Sunda, tidak Kita perhatikan, terlebih keberadaan Masyarakat Seni Ciangsana ini seiring dan sejalan dengan Sanggar Tari Nay Sunda yang dipimpinnya itu, yang memilik tujuan sama untuk melestarikan seni dan budaya Sunda,” jelas “Indung Budak’.
“Indung Budak” menegaskan, kepedulian ini juga sebagai upaya mewujudkan bahwa tanggungjawab melestarikan dan memajukan seni dan budaya Sunda itu, bukan saja tanggungjawab Pemerintah, tetapi juga masyarakat, seperti yang dilakukannya itu.

Bahkan “Indung Budak” mengungkapkan, bantuan yang sudah dilakukannya itu, tidak hanya kepada Masyarakat Seni Ciangsana Cijambe saja, tetapi juga kepada sejumlah kelompok seni gotong sisingaan yang tersebar di wilayah Kabupaten Subang, yang pernah Ia bantu.
“Alhamdulillah sih, Kita juga pernah membantu sejumlah kelompok seni gotong sisingaan, sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama seniman dan budayawan, yang butuh bantuan untuk keberlangsungan hidup para seniman dan budayawan itu, dari seni gotong sisingaan tersebut,” tandas Novi.

Tinggalkan komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here