SUBANG – Balai Riset Pemuliaan Ikan (BRPI) Sukamandi, Subang telah melahirkan varietas baru ikan mas. Namanya Ikan Mas Mustika.

Kepala Balai Riset Pemuliaan Ikan (BRPI) Drs. Suharyanto, MP menyebutkan bahwa Ikan mas Mustika (Mas RajadanU Super Tahan Infeksi KHV) merupakan ikan mas unggul tumbuh cepat hasil inovasi riset pemuliaan di BRPI Sukamandi.

“Ikan mas Mustika dirakit melalui metode seleksi famili dan marka molekuler MHC II melalui uji tantang. Pembentukan populasi tersebut dilakukan melalui seleksi pada karakter ketahanan terhadap KHV menggunakan marka molekuler MHC II spesifik pada alel Cyca-DAB1*05. Hasil identifikasi marka MHC II menunjukkan bahwa persentase individu ikan mas Rajadanu tahan KHV yang membawa marka MHC II meningkat dari populasi tetua hingga turunan ketiga,” sebutnya, dalam tulisan yang diterima redaksi, Jumat (23/11/2018).

Pada generasi tetua, persentase MHC II sebesar 60,00%, meningkat pada turunan F0 sebesar 85,70%, pada F1 sebesar 93,30%, pada F2 sebesar 86,25%, dan kemudian pada turunan F3 persentase MHC II sudah mencapai 100,00%.
“Seleksi dilakukan dari tahun 2010-2015 dengan respons seleksi kumulatif sebagai indikator keberhasilan program pemuliaan ketahanan penyakit KHV menunjukkan peningkatan performa ketahanan KHV berdasarkan sintasan hasil uji tantang yang diperoleh yakni sebesar 68,12%. Populasi dasar yang digunakan pada kegiatan seleksi dibentuk dari populasi ikan mas Rajadanu koleksi di BRPI Sukamandi, ” bebernya.

BRPI yang sebelumnya bernama Loka Riset Pemuliaan dan Teknologi Budidaya Perikanan Air Tawar (LRPTBPAT) Sukamandi) merilis juga hasil pengujian keragaan pertumbuhan pada uji lapang (uji multilokasi dan multisistem) dan menunjukkan bahwa pertumbuhan dan tingkat ketahanan terhadap penyakit KHV ikan mas Mustika lebih tinggi dari pada ikan mas yang berasal dari UPR Lokal.

” Berdasarkan hasil penngujian benih ikan mas MUSTIKA di Cirata (Cianjur), Jatiluhur (Purwakarta), Darma (Kuningan), Sukamandi (Subang) dan Cijambe (Subang) pada pemeliharaan fase pembesaran didapatkan data Daya tahan terhadap infeksi KHV tinggi (SR uji tantang 98,89%), Pertumbuhan relatif cepat (SGR 3,01-3,62 % bobot/hari), efisiensi pakan tinggi (FCR 1,24-2,38), produktivitas pembesaran tinggi (lebih tinggi 5-67%), toleransi terhadap cekaman lingkungan tinggi, dan proporsi daging 21% lebih tinggi dibandingkan dengan ikan mas asal UPR/masyarakat,” jelasnya.

Dampak dari testimoni tersebut berakibat meningkatnya permintaan kebutuhan induk/ calon induk dan larva/benih mas MUSTIKA terutama institusi/ dinas terkait maupun para UPR/ pembenih yang ada di sentra sentra budidaya ikan mas di Cianjur, Ciamis, Pasaman, dan Lombok. Hasil pengujian keragaan toleransi terhadap infeksi bakteri Aeromonas hydrophilla pada dosis LD50 3,9×108 CFU/mL menunjukkan bahwa benih ikan mas Mustika memiliki ketahanan yang lebih tinggi (mortalitas 19% pada jam ke 24 dan sintasan 29% pada jam ke 168) dibandingkan ikan mas dari UPR (mortalitas 39% pada jam ke 24 dan sintasan 27% pada jam ke 168).

“Diharapkan dengan terbentuknya strain baru ikan mas Mustika dapat meningkatkan produktifitas budidaya ikan mas secara nasional dan sekaligus juga dapat meningkatkan keuntungan dan kesejahteraan para pembudidaya maupupun pengusaha/ industri yang menggunakan bahan baku ikan mas,” pungkasnya.

Adv

Tinggalkan komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here