SUBANG – Ada fenomena politik yang menarik di Pemiihan Umum 2019, ia adalah kaum milenial yang menjadi magnet baru. Terbukti dengan banyak partai politik merekrut caleg milenial untuk mendulang perolehan suara terutama pemilih pemula dalam Pileg 2019, termasuk PDI Perjuangan Subang.

Salah satu Caleg Milenial potensial PDI Perjuangan yang ikut dalam kontestasi Pileg 2019 adalah Niko Rinaldo. Dia yang menjabat Sekretaris DPC Taruna Merah Putih itu maju di daerah Pemilihan 5 meliputi Kecamatan Pamanukan, Legonkulon, Sukasari, Pusakanagara dan Pusakajaya.

Sebagai aktifis kampus yang pernah menjabat sebagai Presiden Mahasiswa Universitas Subang (2009), nama Niko sudah tidak asing lagi di kalangan kaum muda Subang.

“Saya bersyukur atas kesempatan yang diberikan oleh PDI Perjuangan Kab. Subang atas mandat yang diberikan kepada saya untuk ikut dalam Pileg 2019. Artinya, PDI Perjuangan sebagai partai idiologis sangat mendengar apa yang menjadi keinginan dari arus bawah, khususnya suara anak muda yang menginginkan kebaruan, tetapi tetap memperjuangkan nilai-nilai kerakyatan,” ujar Niko dalam keterangan persnya, Senin (26/11/2018).

“Karena bukan hanya saya saja yang maju di dapil 5, banyak kader muda yang juga maju seperti di dapil 1 ada Dede Warman, M. Yohan Wahyudi, Novianti Maulani, Dapil 2 ada Irman Rahayu, Fauzi Awaludin, Dapil 3 Ahmad Baedhowie, Dapil 4: Rajip Rajendra, H. Adik, Dapil 6 ada Ujang Yusuf Japet, Dang Agung, dan Dapil 7 ada Najib. Komposisi tersebut membuktikan bahwa PDI Perjuangan berhasil melakukan kaderisasi di bawah kepemimpinan Maman Yudia, S. Pd,” sebutnya.

Selanjutnya, Niko menyatakan, kader-kader muda yang diberikan mandat oleh PDI Perjuangan juga melalui proses rekrutmen yang tidak instan. Kawan-mawan semua memiliki rekam jejak yang sudah teruji baik di dunia politik, aktifis, profesional, seniman dan pengusaha.

Sebelum menjabat Ketua PAC PDI Perjuangan Kec. Legonkulon, Niko selain pernah menjadi aktifis mahasiswa, pengalaman berharga yang tidak akan dilupakan adalah pernah menggeluti Mukti Level Marketing, baik di Tiens dan K-Link. Perusahaan yang bergerak di dunia kesehatan, dari sana saya banyak belajar membangun hubungan baik dan bersentuhan dengan rakyat secara langsung, bahkan tidak jarang harus melayani pelanggan sakit diabetes yang harus di cuci dan diobati lukanya secara langsung.

“Dalam berbagai kesempatan saat bertemu dengan masyarakat, mahasiswa, komunitas ataupun perorangan, saya selalu mengatakan:
“Jika di panggung politik nasional, kita mengenal Jokowi. Tukang Kayu Jadi Presiden Indonesia. Di Pantura ada Niko Rinaldo, anak kuli bangunan yang bisa memperjuangkan apirasi dan mimpi kita bersama,” katanya.

“Sekali lagi, perjuangan dan kesempatan ini bukan hanya tentang saya. Ini adalah perjuangan kita untuk kesetaraan kesempatan untuk anak guru, petani, nelayan, buruh, tukang ojeg, tukang becak, untuk mewujudkan dan memperjuangkan cita-citanya, untuk kemajuan pantura,” tutupnya.

Tinggalkan komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here