SUBANG – KONI Jawa Barat yang dinahkodai Brigjen TNI Ahmad Saepudin
diterpa isu perpecahan. Menanggapi isu tersebut, Anggota Bidang II Pembinaan dan Prestasi KONI Jawa Barat Rahyang Mandalajati Evi Silviadi, meminta Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, untuk memanggil Ketua Umum KONI Jabar untuk menjelaskan ke Publik terkait kisruh di tubuh wadah organisasi olahraga tersebut.

Menurut Evi, Kang Emil berkewajiban untuk memanggil dan meminta kejelasan Ketua Umum KONI Jabar, agar tidak mendapatkan informasi yang salah, sehingga bisa menggambil keputusan yang tidak menyesatkan.
“Isu kisruh di tubuh Koni Jabar saat ini, gubernur seharusnya memanggil Ketum Koni Jabar untuk klarifikasi, terkait keputusan Baori, kepada Ketum Jabar, agar peeaoalan ini cepat selesai,” ujar Evi, Jum’at (30/11/2018).

Jika gubernur meminta penjelasan tanpa memanggil Ketum Koni Jabar kata Evi, maka persoalan ini tidak akan kunjung selesai, dan pada akhirnya akan berpengaruh terhadap amanat Gubernur terkait Jabar Juara.
“Statemen gubernur tentang Ketum Koni Jabar harus menjelaskan ke publik, Saya anggap gubenur sedang memainkan manajemen komplik, dan akan menimbulkan polemiks di dunia keolahragaan di Jawa Barat,” tegasnya.

Disinggung tentang kondisi di tubuh Koni, yang saat ini sedang diguncang isu keputusan Baori tersebut, Evi menjelaskan, sesuai perintah Ketum Koni Jabar, bahwa seluruh anggota dan cabang olahraga harus tetap bekerja, serta solid, untuk bahu membahu menjalankan amanat gubernur, menuju Jabar Juara di PON 2020 di Papua, dan hak itu dibuktikan Koni Jabar, dengan diselesaikannya verifikasi atlit dan pelatihan di semua cabor, kecuali untuk Cabor pencak silat dan balap sepeda, namun demikian kedua caobor tersebut ditingkat pembinaan dan atlitnya, memohon perlindungan atas karir dan prestasinya ke Koni Jabar.

“Mereka juga meminta untuk pembinaan terhadap atlit-atlitnya tidak diseret-seret keranah politik,” terang Evi.

Ia menambahkan, hampir seluruh cabor bersepakat, tetap solid dan bahu membahu menuju Jabar Juara.
Evi juga menegaskan, terkait legalitas atau keabsahan SK Ketum Koni Jabar yang dianulir Baori, itu semua sudah selesai, sedangkan yang dianulir Baori itu yakni, SK tahun 2017, yang memuat pergantian Iswara Cs.

Tinggalkan komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here