SUBANG – Berawal dari minimnya penerus atau regenerasi petani, Noviyanti Maulani tergerak untuk menciptakan kreasi pertanian yang sesuai perkembangan zaman. Pertanian yang diminati oleh generasi muda era milenial.

Berlokasi di Desa Cikadu Kecamatan Cijambe, Subang, Novi mulai merintis lahan pertanian baru. Dalam satu areal lahan, ada seribu benih pohon cabai yang ditanam. Sebagai permulaan, jenis tanaman holtikultura semacam cabai, tomat dan sayur sayuran yang relatif lebih cepat menuai hasil panen.

“Fokus utamanya adalah menarik minat anak muda untuk bertani. Dengan memiliki keahlian salah satunya bertani, diharapkan para pemuda punya sumber pendapatan baru. Apalagi kalau kemudian berkembang dan menjadi mata pencaharian utama, itu akan lebih membanggakan karena sudah bisa diandalkan jadi tulang punggung keluarga,” ujar Novi, Senin (10/12/2018)

Pertanian, menurut Novi, merupakan sumber kehidupan seluruh manusia. Jika tak ada upaya regenerasi petani muda, maka diperkirakan dalam dua dekade kedepan akan terjadi krisis petani.
“Tak usah kita bicara data, kita lihat saja di desa desa, para petani penggarap lahan rata rata sudah berusia senja. Sementara, keluarga petani kebanyakan anaknya tidak menjadi petani dengan berbagai alasan. Inilah mengapa, perlu ada inisiasi untuk gerakan regenerasi petani,” tandasnya.

Salah satu kader binaan Novi, Beben (23) warga Desa Cikadu kini sedang melanjutkan pertanian gaya milenial yang dirintis Novi. Diharapkan banyak Beben – Beben baru bermunculan di desa lain. Secara ekonomi, pertanian tetap menjadi mata pencaharian yang menggiurkan sekaligus mempertahankan, setidaknya, predikat Kabupaten Subang sebagai lumbung pertanian di negeri ini.

Tinggalkan komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here