SUBANG – Dua orang buruh PT Seok Hwa, dinyatakan tidak bersalah oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Subang. Keduanya, Marjuki Prianto alias Buluk (26) dan Sunarya alias Nayut, asal Dusun Cijoged Desa Lengkong, Kecamatan Cipeundeuy, Subang.

Sebelumnya, kedua buruh malang itu ditahan sejak 29 Mei 2018 hingga Desember 2018, demi kepentingan penyidikan dan proses peradilan. Tuduhan yang diarahkan oleh perusahaan asal Korea Selatan kepada keduanya tidak main main. Mereka dituding mencuri barang milik perusahaan senilai kurang lebih Rp 1 miliar.

Selama proses peradilan, keduanya didampingi oleh Tim Advokasi Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan.
“Dua orang buruh ini, sesuai dengan pengakuan keduanya, tidak pernah melakukan tindak pidana pencurian yang disangkakan. Namun ini kami nilai ada upaya pengkambinghitaman kepada dua orang ini. Makanya kami advokasi terus,” kata Noviyanti Maulani, Juru Bicara Tim Advokasi Galuh Pakuan, Senin (10/12/2018).

Upaya pembelaan yang dilakukan Galuh Pakuan tidak sia sia. Usai proses yang cukup menyita energi, akhirnya keduanya divonis bebas oleh Pengadilan Negeri (PN) pada Kamis (06/12/2018). Dengan Inri Nova Sihaloho SH MH, sebagai Ketua Majelis Hakim, Gorga Guntur SH MH dan Ratih Kusuma Wardhani SH MH, masing masing sebagai hakim anggota.

“Majelis Hakim menyatakan kedua terdakwa bebas karena tidak cukup bukti dan menilai keduanya bukan pelaku pencurian sebenarnya,” ucap Novi.

Demi tegaknya keadilan, Tim Advokasi Galuh Pakuan akan membuat laporan balik kepada kepolisian. Dalam hal ini pihak PT Seok Hwa yang akan dilaporkan balik.

Ahmad Ripai

Tinggalkan komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here