BANJAR – Telah menjadi permalasalahan klasik jika mendengar ada pelaku usaha mengalami kendala dalam permodalan. Sebagai upaya mengatasi permasalahan tersebut, Koperasi Petani Agropolitan Sumber Alam (Koptan Asa) menggandeng salah satu lembaga keuangan dan permodalan non perbankan untuk menjawab kendala yang dihadapi para pelaku usaha.

Dalam hal ini, Kelompok Gula Merah Cetak dan Gula Semut Kota Banjar serta Kelompok Sorgum (makanan pokok pengganti beras) Kabupaten Tasikmalaya yang berada dibawah naungan Koptan Asa, diberi pinjaman modal usaha sebesar Rp 2,5 milyar.

Penyerahan CSR Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui Koptan Asa ini, digelar di Gudang Koptan Asa, di Jalan Pengairan, Blok Bojongsari, Kelurahan Bojongkantong, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, Jawa Barat, Kamis (27/12/2018).

Langkah Koptan Asa ini mendapat apresiasi dari Wakil Walikota Banjar, Nana Suryana. Ia mengatakan, bahwa dalam hal ini tidak hanya dalam permodalan saja, namun pemasaran produk pun menjadi masalah utama ketika produk sudah banyak. Pemerintah Kota Banjar melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan, telah membantu dengan berbagai cara, namun menurutnya belum membuahkan hasil yang menggembirakan.

“Semoga modal usaha untuk UMKM ini, mampu meningkatkan perekonomian masyarakat dan mendongrak daya beli masyarakat Banjar. Permodalan yang dipermudah ini merupakan solusi perangi rentenir dan untuk memajukan UMKM sekaligus menggeliatkan koperasi, karena terakhir ini masih ada koperasi yang mengalami stagnan. Namun dalam merealisasikannya itu tidak cukup hanya dijadikan jargon dan dipasang di spanduk saja,” ujarnya.

Nana berharap PNM Cabang Tasikmalaya ini, kedepan bisa memperluas pinjaman modal usaha di sektor lain. Selain kepada UMKM gula merah dan gula semut itu, menurutnya bisa juga di bidang peternakan.

Pimpinan Cabang PNM Tasikmalaya, Luki Nurwendhi mengatakan, modal usaha yang diberikan itu merupakan dana bergulir dari CSR. Ia menjelaskan, bahwa pihaknya pun bukan hanya memberi pinjaman modal saja, melainkan juga melakukan pelatihan dan pendampingan jika ada pelaku usaha yang mengalami kendala.

“Dalam pinjaman ini jasa administrasi yang diberlakukan 0,25 persen per bulan. Pinjaman bunga ringan ini tidak berlaku di bank mana pun,” ujar Luki.

Luki menjelaskan, dari CSR sebesar 2,5 milyar yang digelontorkan sekarang ini rinciannya sebagai berikut, yakni 1,5 milyar diperuntukan untuk Kelompok Gula Merah dan Gula Semut Kota Banjar. Kemudian, sebesar 1 milyar rupiah diperuntukan Kelompok Sorgum Kabupaten Tasikmalaya.

Ketua KOPTAN ASA, Yudo Hernowo, mengatakan, bahwa modal usaha 1,5 milyar ini diperuntukan untuk 30 kelompok gula merah dan gula semut di Kota Banjar.

“Masing-masing kelompok mendapatkan modal usaha sebesar 50 juta rupiah,” katanya.

Pinjaman yang diberikan PNM, KOPTAN ASA bertindak sebagai penjamin dan bertanggung jawab.

“Semoga saja semua UMKM itu maju dan tetap ekspor kedepannya,” ujar Yudo.

Ia menambahkan, ekspor itu merupakan tantangan di era globalisasi sekarang ini. Untuk itu, UMKM mesti diperkuat. Baik, modal maupun kemampuan SDM-nya.

Dalam acara ini dihadiri oleh Wakil Walikota Banjar, Nana Suryana, Danramil Langensari, Kapolsek Langensari, PNM Tasikmalaya, Kabid Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, serta kelompok pengrajin gula merah dan gula semut, kelompok petani Sorgum Kabupaten Tasikmalaya, serta tamu undangan lainnya.

Tinggalkan komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here