SUBANG – Para guru madrasah di Kabupaten Subang merasa resah dan marah kepada pemkab Subang. Pasalnya, alokasi anggaran BOSDA yang seharusnya menjadi hak mereka malah dihapus dari daftar anggaran.

Kekesalan itu begitu terlihat dari salah satu guru madrasah yang juga pengelola RA, Ziaul Haq MMPd. Dia memgaku tak habis pikir dengan kebijakan pemkab Subang yang menghilangkan jatah BOSDA untuk madrasah.

“Awalnya, kami gembira mempunyai bupati yang mempunyai yayasan dan menaungi madrasah. Dengan begitu, bupati akan paham kondisi yayasan dan madrasah serta memperhatikan naaib mereka. Pada kenyataanya, kami selaku guru madrasah malah tidak bahagia, kenapa? Karena diawal kepemimpinannya alih alih menambah alokasi Rp4 miliar untuk alokasi BOSDA, malah mencoretnya. Ini menjadi kenyataan pahit untuk guru madrasah, dimulai guru RA,MI MTs dan MA,” ungkap Zia kesal, saat ditemui, Selasa (08/01/2019).

Zia mendesak pengurus Forum Tenaga Honorer Madrasah (FTHMI) Subang untuk bertindak cepat misalnya dengan meng audiensi ke Bupati, Wakil Bupati dan DPRD mengenai pencoretan alokasi bosda ini. Karena menurutnya, jelas ini diskriminasi di bidang pendidikan.

“Kita di bawah naungan kementerian agama sama juga ikut mencerdaskan warga Subang, jangan ada kesan kami dianaktirikan. Jika pengurus FTHMI menemui kendala kita siap kepung pemda untuk menuntut apa yg sudah biasa kita dapatkan,” tandas Zia.

Ahmad Ripai

Tinggalkan komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here