SUBANG – Temu Warga Karang Taruna Soemohardjo Desa Kediri yang digelar Senin (07/01/2019) lalu mendapatkan antisuasme warga yang di luar perkiraan. Sebanyak 274 warga yang mengikuti Temu Warga mencetak rekor tersendiri. Setidaknya bagi KT Soemohardjo.

Dalam Temu Warga tersebut, yang intinya memilih ketua KT yang baru, panitia menetapkan aturan bahwa setiap warga yang hadir memiliki hak suara. Kemudian suara terbanyak adalah pemenangnya. Pada pemilihan tersebut panitia lokal yang terdiri dari pengurus lama telah menjaring terlebih dahulu bakal calon sejak di bentuk kepanitiaan ya itu pada tanggal 3 Januari 2019.

Panitia membuka pendaftaran ke semua pemuda Desa Kediri sampai dengan tanggal 6 Januari 2019 pukul 00.00 WIB. dengan interval waktu pendaftaran yang ditentukan panitia maka muncul lah 2 orang Calon Ketua Karang Taruna Soemohardjo Desa Kediri yaitu Walidin dan Yopik Irawan. Mekanisme pemilihan dipilih langsung oleh pemuda yang hadir dengan persyaratan warga Kediri. Proses berjalan dengan lancar sesuai daftar hadir yang ada yaitu 274. Terdiri dari suara sah 262. dan Suara tidak sah 12. Perolehan suara masing-masing calon adalah Walidin memperoleh 139 suara dan Yopik Irawan memperoleh 123 suara. Maka dengan demikian, Walidin menjadi ketua Karang Taruna Terpilih.

“Ini sebuah rekor proses pemilihan Ketua Karang Taruna Desa yang ada di Kecamatan Binong dengan jumlah peserta pemilih 274 pemilih menunjukan partisifasi demokrasi dan kekompakan pemuda Desa Kediri,” ujar Ketua Karang Taruna Kecamatan Binong, Ahmad Hapapih, usai pemilihan.

“Selaku pemgurus KT Kecamatan Binong, saya ucapkan selamat
kepada kang Walidin sebagai Ketua Karang Taruna terpilih Desa Kediri Kecamatam Binong Kabupaten Subang Periode 2019-2022. Semoga bisa amanah serta membawa perubahan dan kemajuan baik pemuda maupun masyarakat serta lingkunganya,” sebut Hapapih.

Hapapih, sebelumnya dalam orasinya menyatakan bahwa Karang Taruna adalah organisasi sosial sebagai wadah pengembangan generasi muda yang tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran dan tanggung jawab sosial dari, oleh dan untuk masyarakat. Terutama generasi muda di wilayah desa/ kelurahan dan terutama bergerak di bidang usaha kesejahteraan sosial.

Oleh sebab itu, katanya, Karang Taruna yang merupakan ruh dari kemajuan desa harus bersinergis dengan pemerintahan untuk kemajuan Desa. Karang Taruna harus berkarya tidak hanya di Desa saja tapi harus bisa mengembangkan diri dan beeprestasi sampai tingkat Nasional bahkan tingkat Internasional.

“Mengutif ucapan Bung Karno yang terkenal, Beri saya 100 orang tua maka niscaya akan saya cabut Gunung Semeru dari akarnya tapi beri saya 10 pemuda maka saya akan mengguncakan dunia!” ujar Hapapih sambil mengobarkan semangat kepada peserta yang hadir.

Karang Taruna yang di dalamnya diisi mayoritas pemuda banyak pemikiran dan ide yang berilian. Namun pemuda tidak luput dari bimbingan dan arahan orang tua. Sehingga tetap di trek yang positif.

“Peran Karang Taruna tidak terbatas. Dia harus masuk keseluruh bidang baik bidang, sosial, budaya, olah raga, pendidikan agama bahkan ekonomi dan pertanian. Apalagi di zaman milenial dan serba digital ini Karang Taruna harus bisa bersaing di tatanan global,” serunya.

Akhirnya, dia mengucapkan selamat Temu Warga Karang Taruna Soemohardjo Desa Kediri tahun 2019 yang berjalan sukses. “Pesan saya, di dalam kompetisi pasti ada yang menang dan ada yang kalah namun kita tetap untuk bersatu karena kita bersatu akan menciptakan kekuatan.
Salam Kesetiakawanan Sosial,” pungkasnya.

Tinggalkan komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here