INDRAMAYU – Polres Indramayu menangkap sembilan pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) roda empat. Dari para pelaku disita 15 mobil berbagai merek. Mereka beraksi di wilayah Jatim, Jateng, Jabar dan Polda Metro Jaya.

Kapolres Indramayu, AKBP M Yoris MY Marzuki didampingi Kasat Reskrim, AKP Suseno Adi Wibowo dan Kasat Lantas, AKP Asep Nugraha mengatakan unit buser telah menangkap pelaku sekaligus penadah barang hasil kejahatan, SGN dan SFY.

Keduanya, lanjutnya ditangkap Minggu, 23 Desember 2018 sekitar jam 12.20 wib, di Desa Mundak Jaya, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu. Kemudian Sat Reskrim melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan GNW.

Selanjutnya, kata Kapolres, Kamis 10 Januari 2019 sekira pukul 15.30 wib menerima informasi di bengkel mobil di Desa Tanjungsari, Kecamatan Karangampel terdapat mobil merk Honda Mobilio warna hitam Plat T diduga sebagai hasil kejahatan.

“Anggota Sat Reskrim dan Unit Reskrim Polsek Karangampel mendatangi lokasi dimaksud. Ternyata saat anggota mendekati mobil dimaksud, ada seorang yang langsung melarikan diri sehingga dikejar dan berhasil diamankan yang diketahui, TP HD,” jelasnya.

Kapolres menjelaskan kemudian dilakukan pengembangan dan berhasil ditangkap WL. Pelaku melakukan pencurian mobil bersama sama AG ST alias JB, CS alias WL dan DYK. DYK kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Mobil hasil kejahatan mereka, lanjutnya dijual kepada pelaku penadah sekaligus pemalsu STNK, BDG dan SJ Als USTAD. Keduanya berhasil diamankan dan barang hasil kejahatan dijual kembali ke penadah berikutnya, AB dan DD.

“Para tersangka merupakan jaringan pelaku pencurian kendaraan bermotor roda empat. Jaringan ini melakukan pencurian mobil di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Polda Metro Jaya. Kini masih melakukan pengembangan,” katanya.

Sebab, lanjut Kapolres masih ada lima DPO asal Subang dan Palembang yang berperan sebagai penadah mobil curian. Sembilan tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman lebih dari tujuh tahun penjara.

Mangun Wijaya

Tinggalkan komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here