INDRAMAYU – Santri Pondok Pesantren Nadwatul Ummah Desa Cantigi Wetan, Kecamatan Cantigi, Kabupaten Indramayu menggelar deklarasi Pemilu 2019 damai dan mengajak semua memerangi berita bohong atau hoaks. Deklarasi tersebut diprakasi oleh Mabes Polri dan Polres Indramayu.

KBO Sat Binmas Polres Indramayu, Inspektur Dua Ujang Suherman mengajak para santri untuk menjaga lingkungan, agar pemilu berjalan damai. Terutama di media sosial banyak berita bohong hoaks dan apabila dapat berita dari salah satu kubu jangan main sebar saja.

“Harusnya mengetahui dahulu benar atau tidaknya berita tersebut. Apabila ikut-ikutan menyebarkan kabar bohong bisa melanggar Undang Undang ITE,” katanya.

Sebab, lanjut Ujang, Undang Undang ITE menjerat bukan hanya yang membuat berita bohong. Namun yang menyebarkan juga bisa dikenakan pidana.

Pimpinan Pondok Pesantren Nadwatul Ummah H. Saeful Aziz mengatakan adanya deklarasi damai ini sangat baik untuk semua umat terutama bagi para santri.

“Tujuannya baik, maka kita dukung deklarasi itu apalagi untuk Pemilu 2019 berjalan damai, aman dan sekuk,” kata Saeful Aziz.

Masih dikatakan dia, kunjungan dari Mabes Polri dan Polres Indramayu merupakan silaturahmi dengan harapan lebih memporkokoh lagi persatuan dan kesatuan kekeluargaan baik untuk di dunia maupun di akhirat.

Aziz juga berharap, deklarasi tersebut dapat diteladani oleh siapapun sehingga situasi kondusif aman nyaman dan tertib dapat tercipta. Ditambah lagi akan datangnya Pilpres di bulan April mendatang.

Pada kesempatan itu, selain Deklarasi Pemilu Aman dan Damai, dari Kepolisian pun memberikan santunan donasi pendidika yang diberikan kepada sejumlah santri yang tidak punya orangtua.

Mangun Wijaya

Tinggalkan komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here