INDRAMAYU – Lagi, ratusan santri pondok Pesantren menggelar deklarasi damai jelang Pilpres 2019. Ratusan santri itu kali ini dari Pontren Raudlatul Muta’allimin di Desa Singaraja, Kecamatan/Kabupaten Indramayu.

Kegiatan digagas Mabes Polri dan Polres Indramayu tersebut dalam rangka Pemilu damai, aman dan sejuk. Ratusan santri setempat dalam deklarasinya berikrar untuk menangkal segala bentuk berita bohong yang marak beredar di media sosial.

Mereka juga menyatakan Mendukung pemerintah dalam rangka menyukseskan Pemilu 2019 siap menjaga keamanan, ketertiban dan keamanan demi keutuhan NKRI, Menolak adanya penggunaan ujaran kebencian dan Hoax dalam Pilpres 2019, dan Mendukung Polri dalam menjaga dan menjamin rasa aman, tentram dan damai dalam kehidupan bermasyarakat.

Pengurus Pondok Pesantren Raudlatul Muta’allimin H.Ibnu Ubaydillah mendukung penuh kegiatan yang dilakukan oleh Polri.

“Apapun wujudnya kami dari yayasan Raudlatul Muta’allimin siap membantu sebagai wujud hubungan antara umaro dan ulama. Hal ini sebagai upaya agar kondusivitas negara kita Republik Indonesia, NKRI harga mati, ” ucapnya.

Sementara itu, Kaurbin Ops Binmas Polres Indramayu Inspektur Dua Ujang Suherman usai deklarasi menuturkan, Polri mengajak para santri untuk menjaga kondusivitas daerah menjelang Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden.

“Sehingga tetap terpeliharanya rasa aman, damai dan nyaman,” katanya.

Dia juga mengimbau kepada para santri tidak mudah mempercayai informasi terutama di media sosial yang belum bisa dibuktikan kebenaranya dan sumbernya.

“Kami minta jangan mudah untuk percaya terhadap berita hoaks apalagi menyebarkan informasi yang belum pasti kebenarannya,” sarannya.

Mabes Polri selain melakukan deklarasi pemilu damai, juga memberikan bantuan santunan dana pendidikan kepada puluhan santri yang membutuhkan.

Mangun Wijaya

Tinggalkan komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here