SUBANG – Kantor Staf Presiden (KSP) dan Kementerian Pertanian RI bakal mengunjungi Desa Cikadu Kecamatan Cijambe, Subang pada Selasa (29/01/2019) depan.

Banyak agenda yang akan dilakukan oleh KSP dan Kementan RI di desa tersebut. Diantaranya, adalah peninjauan potensi desa kawasan, pencanangan desa broadband atau desa berbasis internet, dan penandatanganan MoU antara pengusaha Singapura dan Malaysia dengan Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan yang dipimpin Rahyang Mandalajati Evi Silviadi.

“Kami ingin pusat bisa langsung melihat potensi pedesaan khususnya di Desa Cikadu dan sekitarnya. Kami yakin banyak hal yang dapat digali. Kami berusaha menampilkan apa potensi desa, biar pusat menyaksikan dan menentukan apa kebijakan yang tepat,” ucap Noviyanti Maulani, selaku pegiat dari Galuh Pakuan, Selasa (22/01/2019).

Novi yang kerap disebut Indung Budak ini menjelaskan, Kawasan pemberdayaan desa ini meliputi Desa Cikadu, Cirangkong, dan Bantarsari. Tiga desa ini bakal dicanangkan jadi kawasan terpadu pembangunan berbasis teknologi informasi. Program tersebut dimulai dengan pencanangan pemasangan broadband internet, lalu pelatihan penggunaan aplikasi dan web sideka.id besutan Badan Prakarsa Pemberdayaan desa dan Kawasan (BP2DK).

“Program pembangunan desa berbasis teknologi informasi ini sudah dilakukan sejak lama. Sudah ribuan desa yang menggunakan aplikasi dan web Sideka ini. Bahkan tersebar di seluruh wilayah NKRI,” imbuh Novi.

Lebih lanjut, KSP dan Kementan juga akan menyaksikan penandatanganan MoU antara LAK Galuh Pakuan dengan pengusaha asal Negeri Singapura dan Malaysia tentang kerjasama perdagangan ekspor komoditi lokal.

“Dengan kerjasama ini, memberikan peluang kekayaan alam kita, produk unggulan UKM kita bisa bersaing di pasar internasional,” ucapnya.

Mereka lantas bakal diajak berkeliling melihat potensi alam Desa Cikadu.
“Dengan melimpahnya potensi alam dan diberdayakan melalui teknologi informasi niscaya mewujudkan kekuatan bangsa Indonesia yang muncul dari pinggiran, dari pedesaan, dari pedalaman. Sesuai dengan nawacita Presiden Jokowi,” kata Novi.

Agenda kunjungan KSP dan Kementan ini juga akan dihadiri oleh Brand Ambassador Indonesia – Wallonia, Madrim Kusuma Andini, Direktur BP2DK Irman Meilandi dan para pegiat pemberdayaan desa.

Ahmad Ripai

Tinggalkan komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here