INDRAMAYU – JHR ditangkap Sat Reskrim Polres Indramayu. Warga Desa Padaasih, Kecamatan Cibogo, Kabupaten Subang berusia 41 tahun ini, ditangkap karena edarkan uang palsu (upal) dolar Singapura pecahan 10.000 dan Rupiah pecahan 50.000.

Kepala Polres Indramayu, AKBP M Yoris MY Marzuki didampingi Kasat Reskrim, AKP Suseno Adi Wibowo mengatakan pengungkapan peredaran upal dolar Singapura dan Rupiah berawal dari adanya informasi masyarakat masuk ke Kepolisian.

Informasi tersebut, kata Kapolres, adanya transaksi upal di SPBU Terisi, Kabupaten Indramayu. Dapat informasi, Sat Reskrim Polres Indramayu segara melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap JHR di SPBU Terisi, Kabupaten Indramayu.

Kapolres menyebutkan dari tersangka berhasil menyita lembaran rupiah pecahan 50.000 sebanyak 88 lembar atau bila dirupiahkan senilai Rp4,4 juta. Setelah itu, katanya anggota melakukan pengembangan ke rumah JHR.

Di rumah JHR, lanjut Kapolres ditemukan dolar Singapura pecahan 10.000 sebanyak 2.370 lembar atau senilai 23,7 juta dolar Singapura atau bila dirupiahkan senilai 274.616.500.000.

“Tersangka jual uang palsu dengan ditukar satu banding dua, dan untuk kualitas rendah satu banding lima. (Segepok) dolar Singapura dijual Rp 3 juta,” kata AKBP M Yoris MY Marzuki saat jumpers di Mapolres Indramayu, Kamis (31/1/2019).

Saat ini, lanjut mantan Kepala Sat Reskrim Polres Indramayu masih dikembangkan tersangka cetak sendiri atau beli dari orang lain. Selain itu, satu orang asal Kabupaten Subang, UJ (40) sudah ditetapkan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Uang palsu tersebut sangat berbahaya bila beredar, karena dapat merugikan masyarakat dan keuangan Republik Indonesia,” katanya.

Kapolres menyebutkan tersangka dijerat dengan Pasal 36 ayat 3 Undang-Undang RI No 7 tahun 2011 tentang Mata Uang dan atau Pasal 245 KUHPidana dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dengan denda sebesar 50 miliar rupiah.

Mangun Wijaya

Tinggalkan komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here