JAKARTA – Anggota Dewan Rempah Indonesia (DRI) Lukman Basri mengapresiasi tinggi langkah kerjasama antara LAK Galuh Pakuan dengan Staf Kepresidenan yang membangun kawasan desa dengan membangkitkan kehidupan ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal.

Pasalnya, menurut dia, persoalan membangkitkan ekonomi desa, sejak kemerdekaan nampaknya hanya tatanan wacana belaka. karena secara struktur dan finansial belum menyentuh akar permasalahan membangkitkan ekonomi desa. Sekarang arah itu sudah dipertajam dimana pemerintah telah menyiapkan “payung hukum” membangun korporasi desa dlm kegiatan ekonomi desa. Sekaligus menyiapkan modal dalam bidang finansial guna membiayai kegiatan ekonomi desa.

Lukman Basri, menyatakan bahwa harapannya semua output dari kegiatan ekonomi desa dapat memenuhi persyaratan terms & conditions dalam dunia pasar global yg sifatnya serba kompetitif. Memenuhi persyaratan itu, pemerintah hendaknya tidak sekedar memberikan infra dan supra structure. Juga menyiapkan supervisi tentang brain structure berupa terms & conditions yg mendapat rekoqnisi pasar global. Persyaratan memenangkan persaingan di arena pasar global.

WTO telah mendefinisikannya ke dalam beberapa kreteria; sustainability, tradeability, accesibility, traceability,and hieginity. Karena itu kementerian teknis harus melakukan disseminasi kepada usaha desa. Bukan bersifat protektif yang mengarah kepada pemberian subsidi –dumping — yang dilarang WTO.

“Kehadiran BUM Desa, tidak ujug ujug lahir tanpa sejarah. Jauh sebelumnya usaha unit desa bermula dari asal otonomi pada era kolonial Belanda yang tidak mau pusing, kegiatan ekonomi desa diserahkan sepenuhnya kepada desa untuk mengatur desanya. Lahirnya Undang-undang Desa perlu pendekatan hubungan konseptual melalui penalaran pikiran yang konstruktif,” ujarnya dalam tulisan yang diterima, Kamis (14/02/2019).

Lukman Basri bersama dengan anggota DRI pernah mengadakan audiensi dengan Kantor Staf Presiden (KSP) pada tahun 2016 yang saat itu, ditemui oleh staf KSP Bambang Suryadi dan Ariani Djalal.

“Pada saat itu kami sepakat untuk membentuk Relawan Rempah yang terus berkegiatan mendorong pertumbuhan komoditi rempah. Salah satunya acara penyelenggaraan diskusi-diskusi, konfrensi selama 5 hari beserta pameran PEKAN POROS MARITIM BERBASIS REMPAH di Semarang pada tahun 2017. Dan saat ini pendekatan “down-top” Galuh Pakuan Subang semoga bisa menjadi harapan menghidupkan kejayaan rempah Indonesia sebagaimana harapan Presiden Jokowi. Bismillah,” kata Lukman Basri.

Ahmad Ripai

Tinggalkan komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here