SUBANG – Pemerintahan pusat berkomitmen kuat membangun olahraga dari pinggiran yang dimulai dari pedesaan untuk menghidupkan prestasi olahraga khususnya sepak bola.

Staf Kepresidenan RI Bidang Komunikasi dan Politik, Ariani Djalal mengungkpkan, pihaknya akan merekomendasikan Kabupaten Subang untuk mendapatkan alokasi anggaran pembangunan lapangan sepak bola di desa.

Menurutnya, setelah dilaksanakan Seminar Gerakan BUMDes di Subang melihat ada potensi bagus pengembangan olahraga sepak bola di Subang. “Kemarin waktu bikin acara di Subang waktu bertemu dengan para pemuda penggerak BUMDes salah satu desa yang menjadi cindera mata ialah bola sepak bertanda tangan Pak Jokowi,” ujarnya saat kunjungan ke Subang, Minggu (17/2/2019).

Cindera mata itu kata Ariani sebagai simbol harapan menjadikan sepakbola sebagai olahraga kerakyatan. “Yang dapat menjadi perekat kerukunan antar warga desa,” imbuhnya.

Kemudian Ariani menyebutkan ada anggaran di Kementerian Desa untuk pembangunan lapang sepakbola di 500 desa di seluruh Indonesia. “Nanti akan melihat potensi desanya anggarannya nanti disesuaikan bergantung dari kemudahan akses lokasi,” ujarnya.

Pemilihan lokasi ini kata Ariani misalnya satu lapang bisa diakses oleh lima desa supaya keberadaannya efektif. “Pemilihan lokasi juga harus tepat,” imbuhnya lagi.

Upaya Staf Kepresidenan RI disambut positif oleh Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Subang, Yoyo Kustriyo yang menyatakan sebagai kesempatan yang harus direspon.

“Syukur alhamdulillah tentunya kesempatan ini harus direspon untuk pembangunan olahraga di pedesaan. Dalam waktu singkat kita akan menghadap ke Kementerian Desa,” ungkapnya.

Peluang ini kata Yoyo menjadi kesempata baik dalam meningkatkan prestasi dengan mencetak atlit dari pinggiran (desa). “Supaya bisa benar-benar membangun olahraga dari pinggiran,” pungkasnya.

Tinggalkan komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here