SUBANG – Saking berbahayanya, sebuah negara bisa saja hancur. Bukan oleh perang, bukan oleh bom atom, tapi oleh maraknya berita bohong, atau hoax. Berita bohong yang entah sengaja atau tidak, disebarkan apalagi yang ditunggangi kepentingan tertentu, seperti politik.

Itu diungkapkan oleh Pimpinan Ponpes Al Mizan Majalengka, KH Maman Imanul Haq dalam sosialisasi anti hoax dan bijak ber sosial media yang digelar di Ponpes Raudatul Hasanah, Subang pimpinah KH Abdul Mumin atau lebih kesohor sebagai Kiai Maung Subang, Selasa (19/02/2019).

Dia mencontohkan, negara negara asing banyak yang sudah terbukti hancur oleh perang yang diawali oleh racun berita bohong atau kabar palsu.

“Suriah, Irak, Afghanistan itu semua hancur akibat hoax. Akibat hoax, sesama anak bangsa jadi saling curiga. Akhirnya mereka terlibat perang. Kita jangan sampai demikian,” ujarnya di hadapan ratusan santri Kiai Maung yang berlokasi persis di selatan Mapolres Subang.

Di zaman internet yang sudah semakin mudah diakses, kata KH Maman, banjir informasi sudah tak bisa dielakkan. “Kita harus bisa membedakan dengan bertabayyun, atau mengklarifikasi dan melihat sumber, apakah kredibel dan bisa dipertanggungjawabkan tidak, beritanya,” kata politisi PKB ini.

“Kaum milenial termasuk santri banyak terpapar informasi bohong ini. Maka kegiatan ini menjadi penting. Bersikaplah bijak dengan Saring sebelum sharing, artinya tadi telusuri kebenarannya dulu baru informasi itu dibagikan. Apalagi yang bersifat politis, tendensius dan ujaran kebencian,” imbuhnya.

Kegiatan sosialisasi anti hoax dan bijak bersosial media tersebut juga dihadiri oleh ibu ibu Muslimat dan Fatayat NU Subang.

Ahmad Ripai

Tinggalkan komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here