SUBANG – Mohamad Charly Van Houten atau populer disebut Charly, seorang seniman tepatnya musisi kondang. Kini, dia sering melakukan kunjungan, bertemu dengan masyarakat langsung.

Charly sedang mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI dari Partai Perindo. Nama besar Charly mulai mencuat saat muncul sebagai vokalis band ST12 asal Bandung. Hingga kini, dia masih aktif bermusik dengan Setia Band.

Menurut Juru Bicara Charly, Tommy Surjanto, kepada media, mengungkapkan bahwa Charly bukan mendadak baik, tidak juga mendadak rajin blusukan. Dia sudah kerap bersilaturahmi bahkan jauh jauh hari. Dua tahun sebelumnya, kurang lebih. Ke pesantren pesantren, ke lembaga adat, komunitas seni budaya, sosial dan lainnya. Dan tidak hanya di Jabar, mulai dari Lampung bahkan sampai Bali.

Seperti yang dilakukan Charly kemarin, Kamis (07/03/2019). Dia dan tim mengunjungi daerah Tanjungsiang Subang dengan kegiatan bedah rumah milik Aceng (20 tahun) warga Desa Buniara Campaka sekaligus mengunjungi anak yatim menyerahkan santunan untuk anak yatim piatu dan di Cisaat silaturahim bersama warga sekitar.

Bagi Charly, kata Tommy, pencalonan legislatif ini dia tak ada beban. Tapi bukan berarti tidak serius. Meski tambah sibuk dengan pencalegan, kegiatannya sebagai artis tetap berjalan.

“Charly itu tulus. Nothing too lose, tidak ada beban menang atau kalah. Dia terus mengabdi. Urusan memilih, silakan bagaimana rakyat saja,” kata Tommy.

Lantas kenapa Charly tidak di dapil Cirebon? Charly yang memang asli kelahiran Cirebon, apalagi dia adalah salah satu keturunan Putri Ong Tin istri Sunan Gunung Djati.

“Charly melihat Subang, Sumedang dan Majalengka ini bakal berkembang. Subang bakal punya Pelabuhan Internasional, Majalengka punya bandara Kertadjati, Sumedang sumber air Bendungan Jatigede. Dan lainnya, itu menjadi modal. Namun Charly ingin ada budaya lokal yang tetap terjaga tapi bisa menangkap peluang kemajuan,” beber Tommy.

“Dari segi peningkatan ekonomi sektor pariwisata, misalnya. Kan kita bisa menjual kekayaan alam kita. Eksplore kebudayaan kita lewat tempat wisata. Bisa jadi penambah daya tarik untuk wisatawan juga. Ingat, Indonesia itu bukan cuma Bali, bukan cuma Bandung, ini lho ada Subang, ada Majalengka, ada Sumedang juga,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Tommy menyebut Charly juga concern ke persoalan tata krama, atau akhlak anak anak bangsa juga. Dia prihatin nilai nilai kesantunan dalam keluarga banyak terkikis oleh zaman dan teknologi.

” Dia rindu mendengar anak anak di rumah itu kalau dipanggil oleh orang tuaya lalu menyahut, “kulan”, atau kalau perempuan menjawab “kah” dalam adat Sunda. Begitu kan? Itu maksudnya,” tandas Tommy.

Oleh karena itu, Charly tidak semata mata memgandalkan popularitasnya, dia tetap terus turun langsung ketemu, melihat dan mendengar dari rakyat langsung. Tak mau ada batas.
“Makanya, baligo Charly tidak banyak. Lebih baik menyapa, tatap muka dengan masyarakat. Itu lebih mengena. Andai teepilih pun dia tak akan berubah, tetap Charly yang sama yang senang berkeliling,” ucap Tommy menutup.

Ahmad Ripai

Tinggalkan komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here