SUBANG – Menyambut operasional pelabuhan Patimban pada akhir 2019, Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan bergiat mengisi pembangunan ekonomi daerah dibidang perkebunan rempah dan tanaman penyegar. Salah satu upaya mendukung operasional pelabuhan Patimban dengan memberikan dukungan dan memfasilitasi kesepakatan Memorandum of Understanding (MoU) 4 Desa yaitu Desa Cikadu, Cirangkong, Bantarsari, Cibalandong dengan membentuk Desa dan Kawasan yang tertuang dalam kesepakatan bersama sebagai desa kawasan rempah dan tanaman penyegar.

Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan yang dipimpin Rahyang Mandalajati Evi Silviadi dan enam kepala Desa dari Desa Cikadu, Cirangkong, Bantarsari dan Cibalandong menyampaikan gagasan kepada Kantor Staf Presiden agar upaya ini mendapatkan apresiasi dari Presiden RI, Joko Widodo.

Salah satu langkah awal LAK Galuh Pakuan adalah dengan memberikan dukungan sebanyak 1,000,000 bibit sereh wangi untuk 100 hektar lahan. “Lembaga Adat Karatwan Galuh Pakuan siap memberikan bantuan bibit sereh wangi agar Subang dapat menjadi magnet dunia melalui perkebunan sereh wangi dan produksi minyak atsiri kualitas ekspor. Tahun depan 100 hektar lahan ini akan berkembang menjadi 1,000 hektar lahan terluas di Indonesia” katanya.

Penanaman sereh wangi sebagai awal mula pergerakan desa kawasan tengah dilakukan bekerja sama dengan pihak Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (BALITTRO). Kepala BALITTRO menyambut baik antusiasme masyarakat untuk membangun desa dengan memberikan bantuan sebanyak 40.000 bibit sereh wangi.
“BALITRRO siap mengawal desa kawasan demi keberhasilan untuk menjadi komoditas ekspor sereh wangi dengan kualitas terbaik didunia yang mampu memberikan PAD Desa mencapai 45 milyar per tahun” ujar Wiratno, Kepala BALITTRO.

Lebih lanjut Nenden Setiawati, Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Subang mengharapkan bahwa penanaman sereh wangi terus berkembang dan menjadi komoditas terbesar di Dunia.
“Saat ini Subang memiliki 500 hektar perkebunan sereh wangi, dengan bantuan 1,000,000 bibit sereh wangi dari LAK Galuh Pakuan mudah-mudahan kedepannya komoditas sereh wangi akan semakin berkembang luas karena minyaknya diperlukan untuk bahan kosmetik dan memiliki kualitas ekspor terbaik karena sereh wangi Subang itu memiliki persentase rendemen yang tertinggi di dunia” ujarnya.

LAK Galuh Pakuan terus berkomunikasi dengan Kantor Staf Presiden terkait desa dan kawasan, maka dari itu Kantor Staf Preside segera memfasilitasi LAK Galuh Pakuan pertemuan antar kementerian dan lembaga dalam rangka kehadiran Presiden RI pada Rabu, 27 Maret 2019.

(rls/Ahmad Ripai)

Tinggalkan komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here