SUBANG – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof KH Said Aqil Siradj menghadiri pelantikan Pengurus Cabang Nahadlatul Ulama Kabupaten Subang, di kantor PC NU Subang, Kamis (14/03/2019). Acara tersebut sekaligus memperingati Hari Lahirnya NU ke 93.

Hadir pula dalam acara tersebut, Wakil Bupati Subang Agus Masykur. Wabup kader PKS itu turut memberikan sambutan dan ucapan selamat atas pelantikan PC NU atas nama Pemkab Subang. Di akhir sambutan, Agus Masykur menutup kalimat dengan ucapan Wallahu Muwafiq Ila Aqwamit Thariiq.

Ternyata, akhir sambutan itu yang memancing komentar Ketum PB NU Kiai Said. “Tadi Pak Wabup Agus Masykur ucapkan itu, berarti sudah NU!” sebut Kiai Said, mengawali tausiahnya.

Kiai Said mengingatkan pada seluruh jajaran pengurus PC NU Subang agar tegus menjaga amanat.
“Kita semua membawa amanat dari Allah swt. Kita semua manusia. Sebab dalam Al-Quran disebutkan bahwa:
“Saya tawarkan amanat kepada langit dan gunung, mereka semua menolak karena tidak mampu, sementara manusia menerima,” (Al Ayat).

Ketika harus menerima amanat, kata Kiai Said, harus istiqomah.
“Nabi Muhammad saw dengan tegas, menekankan kalau tidak amanat itu dzolim dan sangat bodoh,” ucapnya.

Soal istiqomah, Pendiri NU Hadrotus Syaikh Hasyim Asyari, cerita Kiai Said, dulu pernah diperintah Jepang agar hormat ke timur tidak ke kiblat Mekkah. “Beliau tidak mau, lalu dipaksa, digebukin, dipenjara, sambil ditemani santri. Ketika keluar penjara, beliau sampai cacat tangan kanan nya. Itu contoh mempertahankan akidah, istiqomah,” tandasnya.

“Lalu, contoh lagi, Gusdur dulu waktu zaman Orde Baru, kalau mau menurut Pak Harto, wah sudah mewah, rumah mewah mobil mewah, pakaian mewah. Tapi beliau tidak, tetap sederhana,” imbuhnya.

Amanat Kiai Said kepada KH Satibi dan KH Agus Salim, kalau benar katakan iya, salah katakan tidak. Kiai Said mencontohkan seperti saat dia bersikap mengenai aksi 212.
“Saya terang terangan tidak setuju dengan aksi 212. Kenapa? Sholat Jumat 212 di Monas, itu tidak etis.
Tidur di masjid, sholat di lapang Monas. Kan jadi terbalik,” katanya.

Struktur PC NU kini resmi dipimpin oleh KH Agus Salim sebagai Ketua Syuriah, didampingi KH Jejen Zainal Mufid, sebagai Katib. Dan KH Satibi sebagai Ketua Tanfidziyah didampingi Anis Hisyam Karim sebegai Sekretaris. Turut dilantik pula lembaga lembaga di bawah PCNU seperti Lazisnu, LKNU, Lakpesdam dan lain lain.

Pelantikan Pengurus PC NU Subang itu, juga dihadiri oleh jajaran pengurus PW NU Jabar, Ketua DPRD Subang Beni Rudiono, Kapolres Subang AKBP M Joni, Dandim 0605/Subang Letkol Arm Eko Maryono dan banyak tamu undangan lain, serta ribuan jamaah NU.

Ahmad Ripai

Tinggalkan komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here