BANDUNG – PT DAHANA (Persero) melakukan penandatanganan kontrak pengadaan Bomb P-250 Live dengan Kementerian Pertahanan RI untuk proyek pengadaan Alutsista dan Konstruksi di lingkungan Kementerian Pertahanan atau TNI. Acara penandatanganan ini dilangsungkan di Kantor PT PINDAD (Persero), Bandung, Jum’at, 12 April 2019.

Dalam rangka mendukung kemandirian industri pertahanan dalam negeri, perusahaan plat merah yang bergerak di Industri bahan peledak baik untuk komersil ataupun militer ini telah memproduksi berbagai kebutuhan militer, salah satunya adalah Bomb P-250 Live. Bomb yang sudah melewati proses pengujian ini akhirnya diproduksi secara masal.

Bomb P-250 Live merupakan alat peledak yang diaplikasikan pada Pesawat Sukhoi, bom ini termasuk dalam jenis High Drags General Purposes (HDGP) yang memiliki kemampuan untuk meledak dan efek pecahannya dapat digunakan untuk menghancurkan bangunan dan fondasi bunker, juga dapat menghancurkan benda hidup di area yang luas.

Melihat kemampuan DAHANA dalam memproduksi bahan peledak yang berkualitas dan berdaya saing, Kementerian Pertahanan pun menjatuhkan pilihan membeli Bomb P250 L dari Perusahaan yang masuk di kluster NDHI (National Defence & Hitech Industry) tersebut. Selain itu, kegiatan penandatanganan ini dimaksudkan untuk terus mendorong Industri Pertahanan dalam negeri.

“Penandatangan kontrak merupakan bagian dari upaya Kemhan mewujudkan komitmen pemerintah dalam membangun kekuatan pertahanan yang tangguh dan berdaya tangkal tinggi, serta kesungguhan pemerintah untuk membangun kemandirian Alutsista melalui partisipasi aktif industri pertahanan dalam negeri,” ujar Kemhan melalui siaran persnya.

Dalam penandatanganan kontrak yang dihadiri oleh Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, PT DAHANA (Persero) diwakili oleh Direktur Operasi Bambang Agung. Dahana sendiri mendapatkan nilai kontrak sebesar Rp. 104.727.968.160.

“Tentunya ini peluang sekaligus tantangan untuk kami di sektor militer. Dan kami akan memberikan yang terbaik, sesuai motto Dahana “Serving the Nation Better,” ungkap Bambang Agung.

Selain DAHANA, Kemhan juga melakukan penandatanganan kontrak dengan berbagai BUMN-BUMN lainnya.

(rls/Ahmad Ripai)

Tinggalkan komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here