SUBANG – Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan Verry Anggriyono memimpin sidak ke SPBU Ranggawulung, tepatnya di Jl. A. Yani Subang, Kamis (20/6/2019).

Dalam sidak tersebut Verry meminta kepada penjaga SPBU untuk melakukan pengecekan melalui alat tester untuk menguji keabsahan lieteran dari nozel yang sebelumnya sudah dilakukan penyegelan, oleh tim Pengawas Kemetereologian.

Verry mengungkapkan, meski pengawasan dilakukan secara terus menerus, namun masih saja banyak pengusaha SPBU yang nakal, seperti yang dilakukan oleh pemilik SPBU Ranggawulung Subang.

“Pelanggaran yang dilakukan SPBU Ranggawulung yakni, melakukan kecurangan penjualan BBM diatas ambang kewajaran yang ditetapkan Pemerintah, tentunya akan kami beri sangsi,” ujar Verry kepada Wartawan di Subang, Kamis (20/6/2019).

Pelanggaran yang telah dilakukan oleh pemilik SPBU Ranggawulung menurut Verry, yaitu Undang-undang Kemetreologian, dan Undang-undang Perlindungan Konsumen, sanksinya bisa saja sampai dilakukan penututupan kegiatan usaha.

Karena BBM yang di jual oleh pemilik SPBU Ranggawulung di atas ambang kewajaran atau batas toleransi yang di tetapkan oleh Pemerintah yaitu 0,5 mili liter.

“Untuk sementara kami lakukan penyegelean terlebih dahulu, dengan harapan si pemilik tidak mengulangi perbuatannya, bisa kita bayangkan berapa keuntungan pemilik SPBU ini dari kecurangan yang telah dilakukannya jika sehari tidak kurang dari Rp450 ribu, dan berapa kerugian yang dialami para konsumen,” terangnya.

Dalam Sidak itu juga nampak Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Kabupaten Subang Rachmat Faturrohman, yang didampingi oleh Kepala Bidang Perdagangan DKUPP Kabupaten Subang Nurudin, juga disaksikan oleh Kanit Tipiter Polres Subang Iptu Andi. (rls)

Tinggalkan komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here