SUBANG – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Subang semakin meningkatkan kewaspadaan terhadap gerakan yang merongrong keutuhan NKRI. Wacana tersebut mengemuka dalam Musyawarah Kerja Cabang I bertempat di Ponpes Raudlatul Hasanah, Subang, Rabu (03/07/2019).

Meski sudah dibubarkan oleh pemerintah, dalam pandangan NU, pada kenyataannya, organisasi terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang mengusung konsep khilafah masih mengembangkan sayapnya di Kabupaten Subang.

Hal itu ditegaskan oleh Pimpinan Pondok Pesantren Raudhatul Hasanah, KH. Abdul Mu’min saat memberikan sambutan di acara Musyawarah Kerja Cabang (Mukercab) NU teraebut.

Kyai yang akrab disapa Maung Subang tersebut merasa prihatin jika berdasarkan laporan yang didapatnya bahwa sayap HTI kian massif dengan faham-faham khilafah yang sudah masuk ke masjid dan sekolah-sekolah.

“Parahnya lagi banyak yang mengaku dirinya NU dan berfaham Ahlussunnah Waljama’ah, tapi merasa bangga memakai atribut yang menjadi simbol HTI,” tegasnya.

Dirinya berharap kepada aparat pemerintah khususnya kepada kepolisian dan TNI agar bertindak tegas terhadap kelompok-kelompok yang coba merongrong keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Karena diakui atau tidak NKRI ini dibentuk oleh keringat, air mata bahkan nyawa para Kyai, para ulama dari Nahdlatul Ulama,” paparnya.

Hal senada diungkapkan Ketua PCNU Kabupaten Subang, KH. Satibi. Menurutnya, gerakan faham HTI kini masih mengincar masjid-masjid besar di Kabupaten Subang sebagai basis dakwahnya hingga ke sekolah-sekolah.

“Meskipun DKM nya dipegang oleh orang NU, namun perannya diambil oleh mereka (HTI). Bahkan dengan adanya rohis disekolah-sekolah yang mengusung ajaran khilafah tak bisa terbantahkan lagi. Tentu ini menjadi kekhawatiran kita bersama,” jelasnya.

Tinggalkan komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here