SUBANG – Tanah seluas 9 juta hektar secara nasional menjadi target reforma agraria yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi. Reforma agraria sendiri adalah salah satu program yang termasuk Nawacita sebagai visi pemerintah.

Reforma agraria jelas ada di dalam Nawacita terutama dalam poin cita ke lima, enam dan tujuh. Adapun pelaksanaan pembagian redistribusi 9 juta hektar tanah, yakni 4,5 juta hektat dilegalisasi, dan 4,5 juta hektar untuk redistribusi. Reforma agraria sejatinya ruh adalah Nawacita.

Hal itu disampaikan oleh Usep Setiawan, salah satu anggota Staf Kepresidenan dalam rapat Tim Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Kab Subang yang dipimpin Sekda Subang H Aminudin, Jumat (05/07/2019) di ruang rapat bupati.

Tim GTRA adalah tim yang dibentuk oleh Bupati Subang yang didalamnya perangkat daerah dan perwakilan masyarakat dalam hal ini Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan, Yayasan Sagunung Samaung dan lain lain.
Menurut Usep, sebanyak 30 kabupaten yang baru membentuk tim GTRA. Padahal ada ratusan kabupaten di Indonesia. “Kalau provinsi sudah membentuk semua,” kata Usep.

Dijelaskan Usep, masih banyak masalah agraria di masyarakat sehingga harus dicarikan solusinya dan betapa pentingnya program reforma agraria ini.

Dikatakan Usep, ada dua masalah pokok yang mesti dituntaskan oleh tim GTRA. Pertama, ketimpangan penggunaan dan kepemilikan tanah bukan hanya periode ini saja bahkan sebelum merdeka, zaman orde lama, orde baru dan masa reformasi. “Namun semakin hari, ketimpangan ini semakin menajam,” imbuh Usep.

“Kedua, merebaknya konflik agraria yang terus terjadi. Data yang masuk ke kami sebanyak 666 kasus konflik, dan 167 kasus coba diselesaikan karena prioritas. Diduga, kenyataan di lapangan jauh lebih banyak seperti fenomena gunung es,” ucapnya.

Ahmad Ripai

Tinggalkan komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here