BANDUNG- Wakil Ketua Forum Pondok Pesantren (FPP) Jawa Barat KH Drs Maman S Jamaludin menyampaikan apresiasi tinggi terhadap Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Hilmar Farid. Pasalnya, Hilmar dinilai sukses menghidupkan seni budaya di kalangan pondok pesantren.

Hilmar, kata Kiai Maman, meluncurkan program di Kementerian Pendidikan Kebudayaan melalui direktorat kebudayaan yang secara langsung dapat menyentuh pelestarian dan pengajaran seni dan budaya di pondok-pondok pesantren.

“Seni budaya Sunda bukan hanya ada di sanggar seni saja. Pesantren juga terutama yang berada di Tatar Sunda berkewajiban menghidupkan seni budaya setempat,” kata Kiai Maman saat meninjau pelatihan kesenian Sunda di Ponpes Darul Falah desa Cimanggu Kecamatan Cisalak kabupaten Subang, (Kamis, 10/07/2019).

Sejauh ini, dari data yang didapat, ada beberapa lembaga pesantren yang memiliki sekolah formal diberi bantuan berupa perlengkapan seni dan budaya pada tahun 2018. Sementara di kabupaten Subang sendiri ada 5 sekolah yang diberi bantuan diantaranya berbasis pondok pesantren serta di wilayah Jawa Barat lainnya.

“Di Subang ada pondok pesantren yang bisa memiliki dan membangun citra seni budaya Sunda dengan baik, ini kami anggap sebagai keberhasilan direktorat kebudayaan kemdikbud RI khususnya,” ucapnya.

Oleh karena itu, menurut Kiai Maman, peranan sebuah direktorat kebudayaan yang dipimpin Hilmar Farid dalam membangun seni dan budaya selama ini yang bisa menyentuh pengembangan kebudayaan di Pondok pesantren layak disebut prestasi tersendiri.

“Direktur Kebudayaan Kemdikbud Hilmar Farid menujukkan prestasi dalam pengembangan seni budaya khususnya Sunda dalam lingkup pesantren. Dia sosok tepat jika diberikan kewenangan lebih luas dalam kontek peningkatan kualitas pendidikan sekaligus kebudayaan,” ujar Kiai Maman menambahkan.

Ahmad Ripai

Tinggalkan komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here