INDRAMAYU – Sebanyak 12 orang terlibat dalam pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan pencurian dengan pemberatan (curat) ditangkap Sat Reskrim Polres Indramayu. Dua orang di antaranya, ditembak kakinya karena berupaya kabur.

Adalah DS (29), KH (45), AN (36), JB (44), AT (36), OP (38), AS (25) dan ST (30), warga Kabupaten Indramayu, SW (48), warga Kabupaten Subang, TS (24), warga Kabupaten Majalengka, serta YS (34) dan HR (30), warga Kabupaten Sumedang, 12 pelaku tersebut.

Kapolres Indramayu AKBP M Yoris MY Marzuki didampingi Kasat Reskrim AKP Suseno Adi Wibowo dan Kasat Lantas AKP Ahmat Troy mengatakan 12 pelaku yang berhasil ditangkap merupakan hasil pengungkapan selama satu minggu.

Para pelaku, lanjut Kapolres, terlibat dalam kasus curanmor serta curat toko beras, dan toko tabung gas. “Dari 12 pelaku, tiga orang di antaranya merupakan residivis,” kata Kapolres kepada wartawan di Mapolres Indramayu, Sabtu (3/8/2019) siang.

Kemudian, lanjut Kapolres, dari 12 pelaku tersebut terdiri dari tujuh pelaku curanmor dan lima lainnya pelaku curat toko beras dan gas. “Dari tujuh pelaku curanmor, empat di antaranya sebagai pemetik dan tiga lainnya sebagai penadah,” papar Kapolres.

Sedangkan, tiga dari lima pelaku curat toko beras dan gas, lanjut mantan Kepala Sat Reskrim Polrestabes Bandung tersebut, dua di antaranya ditembak pada kakinya karena berupaya melarikan diri saat hendak ditangkap, Sabtu (3/8/2019) pagi.

“Para tersangka curanmor sudah beraksi 30 kali di wilayah Polres Indramayu. Sepeda motor telah disesuaikan nomor rangka dan nomor mesin dengan STNK dijual Rp5 juta, serta tanpa STNK dijual Rp4 juta untuk yang baru. STNK dapat dari Jakarta,” jelasnya.

Kapolres menyebutkan para tersangka dijerat Pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara, dan Pasal 480 KUHPidana dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

(Mangun Wijaya)

Tinggalkan komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here