SUBANG – Fraksi PDI Perjuangan menyampaikan koreksi tentang mekanisme dan rentang waktu yang diberikan terkait jawaban atas Nota Pengantar yang disampaikan oleh Bupati Subang tentang Permohonan Pinjaman Daerah. Hal ini menunjukkan ketidakseriusan Pemerintah Daerah dalam menentukan agenda prioritas pembangunan bersama DPRD Kabupaten Subang.

“Dalam kaitannya dengan nota pengantar atas permohonan Pinjaman Daerah, Fraksi PDI Perjuangan berpendapat sebagai berikut: Pertama, apakah sudah ada pengkajian tentang pentingnya pembangunan proyek-proyek dimaksud, sehingga Pemerintah Daerah harus melakukan Permohonan Pinjaman?
Kedua, berapa besaran pinjaman yang dibutuhkan untuk pembiayaan proyek-proyek dimaksud?” tanya Sekretaris DPC PDI Perjuangan Niko Rinaldo, M.I.Kom seperti yang juga tertuang dalam pandangan fraksi yang disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Subang, Rabu (21/08/2019).

Lalu, kata Niko, Fraksi PDI Perjuangan meminta penjelasan bagaimana skema pengembalian dana pinjaman tersebut. Karena hal ini harus dipertanggungjawabkan oleh Pemerintah Daerah karena pada akhirnya menjadi beban bersama seluruh masyarakat
Kabupaten Subang.

“Dari mana pinjaman pemerintah Daerah terkait proyek-proyek tersebut di peroleh? Lantas, mengapa Pemerintah Daerah tidak memasukkan proyek tersebut ke dalam KUA PPAS Tahun 2020?” ucap Niko.

Dibandingkan dengan hal-hal yang dipertanyakan di atas, terkait pengadaan jalan lingkar Subang, pelebaran jalan sekitar Patimban, ruas jalan Purwadadi
Pabuaran dan pengadaan lahan di Subang Kota, Fraksi PDI Perjuangan meminta Pemda Subang menentukan skala prioritas pembangunan, karena membutuhkan pembiayaan yang sangat besar.
Fraksi PDI Perjuangan menganggap Pemda Subang tidak serius dalam menyusun KUA dan PPAS 2020, proyek-proyek yang dijelaskan dalam Nota Pengantar Permohonan Pinjaman Daerah yang dianggap serius tetapi tidak dimasukkan dalam KUA dan PPAS 2020.

“Kami meminta agar pembahasan hal tersebut dilakukan tidak tergesa-gesa agar mendapatkan kajian yang komprehensif demi pembangunan Subang yang berkelanjutan,” tutupnya.

Tinggalkan komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here