SUBANG – Demi mewujudkan kemajuan pembangunan di tingkat desa, seluruh tingkatan pemerintahan wajib bersinergi dengan stakeholder terkait. Tak terkecuali Pemkab Subang, DPRD dan elemen seperti Forum Komunikasi BPD.

Namun, menurut Ketua Forum Komunikasi BPD Kab Subang Otong Yudha, sinergi itu belum terjadi secara utuh. Salah satu contohnya, permohonan audiensi FK BPD yang dilayangkan melalui surat resmi kepada Bupati & Ketua DPRD Subang belum dibalas.

“Sangat disayangkan bahwa niatan baik kami untuk membuka ruang komunikasi berkenaan dengan gagasan, isu, dan sharing perkembangan desa belum mendapatkan respon,” kata Otong Yudha, Rabu (11/12/2019).

Otong lantas mempertanyakan, keseriusan Pemkab dan DPRD Subang dalam memberikan atensi terhadap desa. “Bagaimana kita mau membangun Subang? Jika kami yang memiliki itikad dan gagasan untuk membangun desa dalam rangka membangun Subang tidak mendapatkan respon yang baik,” ujarnya.

Meski demikian, pihaknya optimis suara FK BPD bisa didengar tak lain demi percepatan kemajuan desa.
“Kami tetap berharap, pemerintah daerah untuk mengakomodir apa yang dikehendaki oleh seluruh Ketua BPD. Kami tidak meminta apa-apa, kami hanya ingin aspirasi kami didengar melalui audiensi yang akan disampaikan,” imbuhnya.

Sebagai gambaran, kata Otong, di tahun 2020 pemerintah pusat akan mengubah arah penggunaan Dana Desa. Jika selama ini dana tersebut digunakan untuk untuk pemenuhan pembangunan proyek infrastruktur, tahun depan alokasi akan banyak digunakan untuk pengembangan, pemberdayaan dan pembinaan agar lebih berdampak ke masyarakat.

“Hal hal seperti tersebut tentu perlu implementasi yang lebih detail dan teknis. Kami ingin menyumbang poin itu dengan dialog bersama,” pungkasnya.

Tinggalkan komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here