SUBANG – Seorang perempuan warga Kecamatan Cikaum, Subang, Dalilah (31) menjadi korban kasus tindak pidana perdagangan manusia (Human Trafiking). Dia diberangkatkan oleh oknum sponsor menjadi TKI secara Ilegal ke Saudi Arabia.

Selain diberangkatkan secara ilegal, korban juga mengaku mengalami kekerasan oleh majikan selama 2 bulan bekerja di sana.

Lebih menyedihkan, korban sempat frustrasi akibat tak kuat dengan penganiayaan yang sering dilakukan oleh majikannya.

“Saya sering dianiaya, dimarahin dan gajipun tidak dibayar. Sempet juga prustasi sampai lompat dari Apartemen, tapi Alhamdulillah ada yang nyelametin,”katanya.

Ketua DPD Forum Pekerja Migran Indonesia (FPMI) Kabupaten Subang, Wahyudin bergerak cepat setelah mendapatkan pengaduan dari orang tua korban.

“Setelah mendapat laporan dari keluarga korban, kami dari FPMI langsung bergerak menuju rumah sponsor yang memberangkatkan korban, guna menekan agar segera memulangkan korban ke Indonesia,” katanya

Setelah didesak, dalam waktu 3 hari, pihak sponsor akhirnya bisa memulangkan korban

“Alhamdulillah, setelah kita desak, akhirnya pihak sponsor langsung memulangkan korban,” ucapnya.

Lebih lanjut Wahyudin menegaskan, Kendati korban telah dipulangkan oleh pihak sponsor, kami atas nama keluarga korban tetap akan menuntut pihak sponsor yang telah memberangkatkan korban secara ilegal.

“Kita akan tetap tuntut pihak sponsor untuk memberikan ganti rugi, khususnya hak-hak korban”tegasnya

Kita juga telah melaporkan Sponsor tersebut ke Disnakertran Subang dan pihak Disnakertrans Subang juga telah melangkan surat pemanggilan kepada Sponsor bernama “Yani” yang beralamat di Kecamatan Lemah Abang Kabupaten Karawang.

Kabid Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Subang Agus Gunawan membenarkan telah adanya laporan pengaduan perihal kasus Pemberangkatan Ilegal.

“Hari ini kita telah menerima pengaduan dari Korban, terkait kasus Pemberangkatan TKI Ilegal dan tidak di penuhinya hak-hak korban. Kepada sponsor tersebut, kita akan segera melakukan pemanggilan untuk dimintai keterangan dan pertanggung jawabannya untuk memenuhi hak-hak korban,” ucapnya.

Menanggapi permasalahan yang menimpa Dalilah, Agus menegaskan, bahwa saat ini kasus seperti yang dialami oleh Dalilah, di Kabupaten Subang sudah tidak terhitung dan sering terjadi menimpa para TKI asal Subang.

“Berapa kasus Tindak Pidana Penjualan orang (TPPO) yang melibatkan oknum Sponsor dan oknum Perusahaan PJTIKI namun sampai saat ini belum ada oknum perusahaan PJTKI yang terjerat hukum di Subang” tandasnya.

Namun beberapa oknum sponsor yang sudah diproses secara hukum belum membuat mereka jera dan sepertinya mereka menganggap remeh persoalan hukum.

Tinggalkan komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here