SUBANG- Diskusi Lingkar Inisiatif dan Integritas Sosial (Lintas) pada malam pergantian tahun mendorong pemuda untuk siapkan SDM dalam menyongsong pembangunan di Subang dan peran bagi bangsa di masa yang akan datang.

Rekomendasi ini merupakan hasil dari Diskusi Refleksi Tahun 2019 dan Resolusi Tahun 2020 dengan tema “Peran Kaum Milenial Antara Peluang dan Tantangan dalam meningkatan Peningkatan Kualitas SDM “ di Aula Desa Rancasari Kec. Pamanukan Selasa (31/12) malam.

Komisioner Bawaslu Subang Imanudin menyebut, saat ini ruang-ruang bagi pemuda milenial dapat dilakukan dengan beragam cara dan beragam peran. Ia mencontohkan, Bawaslu Subang beberapa watu lalu sempat mengadakan Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif (SKPP).

“Dari situ, pemuda milenial bisa mendapatkan bekal dalam rangka pengawasan pemilu partisipatif dimasa akan datang. Mereka bisa paham dan mengerti, pengawasan dalam pemilu seperti apa, juga bisa memberikan ilmu itu pada masyarakat,” ucapnya.

Iman juga menyebut, yang juga tak kalah penting, pemuda harus peka terhadap kondisi lingkungan bahkan pada bagian terkecil dan terdekatnya. Sebab, peran pemuda secara sederhana bisa juga dimulai dari desa.
“Kita bisa mengambil peran di tingkat desa sekalipun, mau dalam bentuk kegiatan kepemudaan, kemasyarakatan dan lainnya,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua PC PMII Subang Iin Nurbayanti, menyebut keberadaan gerakan pemuda masih sangat penting. Utamanya, dalam mengawal kebijakan pemerintahan termasuk di daerah.
“Iklim pengawasan dan penyeimbang pemerintahan itu harus dijaga. Termasuk oleh mahasiswa,” ucapnya.

Wakil Sekretaris Bidang Kemitraan Karang Taruna Kabupaten Subang Ahmad Hapapih juga menuturkan, faktor SDM kualitas harus ditempa sedari sekarang. Sebab, keberadaan milenial hari ini telah mendapat tempat dan diperhitungkan. Terlebih, demi masa depan Subang dengan segala perkembanganya, penguatan SDM perlu untuk terus ditingkatkan.

“Milenial bisa memberikan peran, tapi dengan catatan, dia memiliki ilmu, skill dan kepekaan. Ada banyak peran yang bisa dilakukan milenial, bahkan dari profesipun banyak bermunculan profesi yang baru, tapi itu, SDM nya harus mumpuni,” ungkapnya.

Selain itu juga hadir pengurus Karang Taruna Kabupaten Subang Joko Agung yang turut mengapresiasi kegiatan tersebut. Sebab, isu peningkatan SDM dan peran pemuda merupakan topik bahasan yang menarik. Ia juga menyebut, pemuda milenial khususnya di Subang juga harus mampu bersaing dalam menyongsong pembangunan di Subang.

“Kita tahu, Subang ini bisa bergerak cepat dan sangat maju, apalagi ada Pelabuhan Patimban. Jadi soal SDM ini sangat krusial, jangan sampai kita tersisih,” ujarnya.

Diskusi Kegiatan tersebut dipandu oleh Edi Dossah, Founder Pojok Literasi. Turut hadir dalam kegiatan ini hadir Ketua Karang Taruna Pamanukan, BEM STAI & STIE, Pengurus PC PMII Subang dan puluhan peserta diskusi dari pemuda beragam latar belakang.

Tinggalkan komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here