SUBANG – Patih Agung LAK Galuh Pakuan Abah Renggo menyatakan, LAK Galuh Pakuan lahir melalui No. AKTA G/459.HT.03.01-TH.2007 dengan Notaris Wilman Kusumanjaya. SH, M.Kn.

Dengan Akta ini kata Abah Renggo, tujuan LAK Galuh Pakuan, menumbuh kembangkan kembali masyarakat adat Sunda, dalam merevitalisasi adat dan kebudayaan. Sehingga Sunda memiliki eksistensi dan ciri sebagai identitas bangsa dalam bingkai bhineka tunggal ika, dan negara kesatuan republik indonesia.

“Kita lahir dan berdri sah secara hukum, tidak hanya pengakuan akta notaris atas LAK Galuh Pakuan, tetapi juga, dilengkapi dengan prasarat ketentuan hukum yang berlaku, SK Kemenkumham, terdaftar juga di Kemendagri dan Kesbangpol,” ujar Abah Renggo kepada Wartawan di Subang, Senin (20/1/2020).

Maka dari itu kata Abah Renggo, keberadaan dan kiprah serta eksistensi LAK Galuh Pakuan sangat jelas seperti membantu program pemerintah, mulai dari menginisiasi terbentuknya beberapa desa di Kecamatan Cijambe dan Cibogo menjadi kawasan desa berbasis rempah, desa digital, termasuk pengembangan seni dan budaya serta olahraga. Bahkan dalam kepedulian terhadap bencana alam, mendukung program kentongan RRI, dan Raja Galuh Pakuan mengintruksikan 2 cabang olahraga Arung Jeram dan Panjat Tebing untuk terlibat dan peduli dalam kebencaan dan lingkungan hidup.

“Eksistensi LAK Galuh pakuan sudah sangat dirasakan langsung, baik oleh masyarakat adat LAK Galuh Pakuan, termasuk oleh masyarakat di luar LAK Galuh Pakuan, juga oleh Pemerintah,” jelasnya.

Abah juga menyebutkan, tidak hanya diakui secara hukum, juga diakui oleh kalangan akademisi seperti UPI Bandung dengan gelar The Guardian Culture.

“Akademisi juga mengakui keberadaan LAK Galuh Pakuan sebagai Lembaga yang memiliki jati diri bangsa Sunda di Jawa Barat, bahkan UPI menganugrahi Raja Galuh Pakuan sebagai benteng budaya Sunda,” pungkas Abah Renggo.

Tinggalkan komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here