SUBANG –  Kecamatan Pagaden Barat menjadi tempat sasaran pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik oleh Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Miftahul Huda Subang tahun 2020.

Ratusan mahasiswa di kampus tersebut diterjunkan untuk mengeksplorasi nilai-nilai tridharma perguruan tinggi, salah satunya berorientasi kepada masyarakat. Mereka dipandu langsung oleh Wakil Ketua STAI Miftahul Huda Bidang Akademik H. Saepuloh, yang kemudian disambut dengan hangat oleh Camat Pagaden Barat, Deni Setiawan di Aula Kecamatan Pagaden Barat, Senin (3/2/2020).

Ketua STAI Miftahul Huda Subang, M.Rifki Hasun mengatakan, KKN Tematik merupakan implementasi dari tridharma perguruan tinggi, dalam hal ini pengabdian kepada masyarakat.

“KKN Tematik berorientasi akan hadirnya mahasiswa ditengah-tengah masyarakat untuk mengisi ruang-ruang yang dibutuhkan masyarakat. Karena, sepintar apapun keilmuan seseorang pada akhirnya akan kembali ke masyarakat dan disinilah mahasiswa STAI Miftahul Huda hadir untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat,” ujar Rifki. 

Sebagai makhluk Homo Homoni Socio, lanjut Rifki, manusia berdasarkan kodratnya adalah sebagai mahluk sosial atau mahluk bermasyarakat. “Dalam hubungannya dengan manusia sebagai mahluk sosial, manusia selalu hidup bersama dengan manusia lainnya,” imbuhnya.

Lebih jauh ia menambahkan jika jebolan STAI Miftahul Huda siap mengisi ruang-ruang yang dibutuhkan masyarakat tersebut karena didalamnya terdapat beberapa prodi unggulan, yakni prodi Pendidikan Agama Islam (PAI), Ekonomi Islam, Akhwalus Syaksiyah, Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI).

“Kami optimistis dengan prodi-prodi yang kami siapkan itu berimplikasi terhadap pembangunan sumberdaya manusia sehingga setelah lulus para mahasiswa tidak gagap dalam menghadapi perkembangan zaman,” ujarnya.

Sementara, Camat Pagaden Barat, Deni Setiawan mengapresiasi pelaksanaan KKN tersebut dan menyambut baik atas kepercayaannya sebagai tuan rumah pelaksanaan KKN STAI Miftahul Huda tahun 2020 ini.

Sebagai salah satu perancang tugu nanas Subang yang merupakan simbol Kabupaten Subang sebagai penghasil nanas tersebut, dirinya berpesan agar seluruh mahasiswa menjadikan kegiatan KKN tersebut sebagai prasasti. 

“Ini dimaksudkan bahwa prasasti bukan berupa bentuk fisik atau sejenis plakat, melainkan sebuah kesan pesan yang baik dari masyarakat berupa kenangan indah yang tidak bisa dilupakan terkait kehadiran para mahasiswwa KKN di desanya masing-masing,” jelas Deni.

Ia juga berpesan agar jaket almamater mahasiswa harus selalu dipakai karena disanalah nama baik almamater dipertaruhkan sehingga harus terus dijaga selama pelasksanaan kegiatan KKN. 

“Dengan demikian, mahasiswa dapat menggali dan mempraktekan ilmu yang didapat di bangku kuliah dan menambah motivasi bagi mahasiswa sebagai motivator masyarakat baik untuk memperkuat Bumdes maupun dalam bidang pendidikan keagamaan,” ujarnya.

KKN Tematik yang dilaksanakan oleh STAI Miftahul Huda Subang tersebut direncanakan berlangsung selama 40 hari. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan di Kecamatan Pagaden Barat yang terbagi atas 9 desa yaitu Balingbing, Bendungan, Cidadap, Cidahu, Margahayu, Mekarwangi, Munjul, Pangsor, Sumurgintung.

Penulis: Ade Mahmudin
Editor : Ahmad Ripai

poros jabar, iklan covid 19Iklan Pemerintah, Covid-19 - porosjabar.com

Tinggalkan komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here