SUBANG – Kabar mengejutkan datang dari Masjid Raya Al-Muttaqien. Masjid yang berada di Dusun Krajan 1 Desa / Kecamatan Binong Kabupaten Subang saat ini sedang digugat oleh ahli waris keluarga H.Rusdi salah seorang pewakaf.

Sidang gugatan tersebut sudah dimulai disidangkan untuk pertama kalinya di Pengadilan Negeri Subang. Selasa(11/2/2020) lalu.

Para saksi mulai dari kepala KUA, Ketua DKM Masjid Al-Muttaqien dan Pemilik Yayasan Al-Muttaqien hadir dalam sidang pertama gugatan lahan tempat ibadah termegah di Kecamatan Binong tersebut.

Gugatan ahli waris juga tidak hanya menggugat masjid Al-Muttaqien tetapi menggugat seluruh bangunan yang ada dilahan seluas 3.700 M persegi tersebut, seperti Kantor KUA, Paud, Madrasah Iftidaiyah, MTs yang berdiri dilahan sekitar Masjid Al-Muttaqien Binong.

“Gugatan ini terkait tanah wakaf Masjid Raya Al-Muttaqien Binong yang sudah bersertifikat,” ujar Asep Kundrat Pengurus DKM Masjid Raya Al-Muttaqien saat ditemui di Pengadilan Negeri Subang.

Dijelaskan, gugatan tanah masjid seluas sekitar 3700 M2 tersebut riwayatnya tanah wakaf tersebut milik beberapa Orang yakni H.Ali, Hj.Oneng dan H.Rambi dan H.Rusdi.

“Saya tak habis pikir aja sama yang ngegugat fasilitas ibadah terbesar di Kecamatan Binong yang didalamnya juga ada Kantor KUA dan sarana Pendidikan Islam mulai dari Paud hingga Madrasah Aliyah,” katanya.

Asep menegaskan, pihak pengurus Masjid Al-Muttaqien beserta warga Binong sudah siap menghadapi gugatan yang mengaku ahli waris Masjid dan sarana pendidikan islam yang ada di tanah seluas 3.700 M2 yang berdiri sejak tahun 1964 tersebut

“Tanah wakaf ini bukan hanya milik H.Rusdi, namun masjid sebesar dan semegah ini juga hasil swadaya masyarakat desa Binong dan sudah sah bersertifikat” tegasnya.

Asep selaku pengurus DKM Masjid Al-Muttaqien juga berharap, masjid ini tetap menjadi milik masyarakat Binong karena dibangun juga dari hasil swadaya masyarakat.

“Kita selaku pengurus DKM dan Warga Binong pun berharap, status tanah tersebut tetap sebagai masjid dan tidak berubah menjadi milik pribadi” harapnya.

Tinggalkan komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here