SUBANG – DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Subang melakukan silaturahmi atau kopdar jajaran pengurus internal partai, Sabtu (07/03/2020).

Kepengurusan yang baru terbentuk Januari 2020 itu diberi amanah hingga tahun 2024, tahun pemilu yang akan datang. Maka dari itu, PSI segera berbenah. Menyambut pilkada sekaligus pileg dan pilpres.

Ketua DPD PSI Subang, Elina Henafya, mengatakan, PSI Subang segera melakukan konsolidasi ke dalam setelah resmi dikukuhkan. Pertama dengan kopdar khas PSI, para pengurus bersilaturahmi saling bertukar pikiran dalam membangun dan membesarkan partai.

Elina didampingi Sekretaris DPD Moh Arif Soleh, menegaskan salah satu hal yang dibahas dalam kopdar di Rumah Makan Bale Desa kali ini adalah pembentukan kepengurusan DPC di tingkat kecamatan.

“Kami dalam tahap melakukan evaluasi terhadap kinerja pengurus DPC yang lama. Yang lama ini, kalau tidak siap bakal diregenerasi oleh yang baru,” ucap Elina.

Dia memandang penting kekuatan struktur organisasi ke bawah sebagai penopang mobilitas dan penguatan jaringan kader partai hingga ke akar rumput. PSI Subang, yang memiliki banyak gagasan dan gerakan harus juga sampai ke masyarakat luas.

“Pemilu mendatang tentu kami ingin punya wakil di DPRD. Setidaknya satu fraksi, lima kursi. Pilkada juga tak luput perhatian kami. Ditargetkan ikut serta mengusung paslon yang bekerja untuk rakyat,” imbuh Sekretaris Moh Arif Soleh.

Kedepan, Arif mengungkapkan, PSI terus mencari cara agar lebih dekat dengan rakyat. Menurutnya, imej milenial akan terus dipertahankan.

“Kami generasi muda yang gandrung akan perubahan merasa resah dengan gaya politik lama. Cara politik uang, aspirasi rakyat terhambat akibat politik uang ini,” tuturnya.

PSI Subang, sebagai mana garis kebijakan dari pusat, terus mengawal kebijakan pemerintah. Seperti bidang pendidikan, sosial, dan sejenisnya.

“Janji politik Jimat Akur soal menyediakan lowongan kerja bagi laki laki yang lebih banyak, belum terealisasi. Menurut kami ini bermasalah karena menggangu ketahanan keluarga. Pengasuhan anak jadi terbalik. Angka perceraian juga justru meningkat akibat ketimpangan ekonomi,” tandasnya.

“Pemda juga sedikit terlambat dalam penanganan banjir. Karena sudah musiman, seharusnya bisa diatasi sebelumnya, artinya tingkat pencegahan masih kurang,” pungkasnya.

Tinggalkan komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here