Bunuh PSK Usai Ngamar, Adung Suryatna Divonis 14 Tahun Penjara

0
93

SUBANG – Usai melalui tahapan persidangan, Majelis Hakim PN Subang yang dipimpin oleh Derman P. Nababan sebagai Hakim Ketua, Gorga Guntur dan Rudi Pahlevi sebagai Hakim Anggota menjatuhkan pidana selama 14 tahun kepada Adung Suryatna Bin Tarmidi (33), penduduk Kp. Jeruksari RT 005 RW 022 Desa Wonosari, Kec. Wonosari Kab. Gunungkidul Prov. D.I Yogyakarta, pada persidangan Rabu, (16/09/2020).

Dalam pertimbangannya, Majelis Hakim menuturkan kronologi kejadian bahwa pada hari Selasa 18/02/2020 sekira pukul 05.00 WIB, usai berjualan keliling, Terdakwa mampir di sebuah warung pinggir jalan raya Jalan Lima Kampung Mulyasari Desa Rancajaya, Kecamatan Patokbeusi Kabupaten Subang. Terdakwa mengetahui tempat tersebut adalah warung remang-remang tempat PSK. Terdakwa bertemu dengan Korban Isah Ruminah (42), usai berbincang-bincang dan tukaran nomor handphone, Korban mengajak Terdakwa untuk melakukan persetubuhan. Terdakwa sempat mengelak secara halus dengan mengatakan tidak punya uang, akan tetapi korban berkata, “Tidak apa-apa, yang penting enak sama enak”. Mendengar itu Terdakwa bersedia ngamar dengan korban.

Usai melakukan persetubuhan, korban mengatakan “Kumaha sih A payah, karek asup geus keluar” (bagaimana sih Abang, baru masuk sudah keluar” sambil mendorong tubuh Terdakwa, hingga kepala Terdakwa terbentur ke dinding. Mendengar ucapan dan tindakan korban, Terdakwa merasa emosi. Ia memiting atau mendekap leher korban dari belakang mengunakan lengan tangan kanan hingga korban terjatuh dengan posisi telungkup.

Terdakwa juga menarik kedua tangan korban ke belakang dan menindihnya supaya tidak bisa bergerak. Namun, korban sempat berteriak, sehingga Terdakwa panik lalu mengikat mulut korban dengan baju, mengikat kedua tangan korban menggunakan BH dan handuk, lalu Terdakwa mendekap kepala bagian belakang korban menggunakan bantal, akibatnya korban kehabisan nafas dan meninggal dunia.

Setelah memastikan korban tidak bisa berteriak dan bergerak, Terdakwa mengambil handphone milik Korban untuk menghilangkan jejak, karena Terdakwa kuatir bisa dilacak polisi, nomor kontak hanphone Terdakwa sebelumnya telah disimpan korban;
Pasca kejadian, Terdakwa masih sempat berjualan keliling seperti biasa, namun berita pembunuhan itu telah santer di sosial media. Terdakwa merasa ketakutan dan hendak melarikan diri dari Subang. Namun 10 hari kemudian, Terdakwa tidak berkutik saat Saksi Herwan M Jember, Anggota Polres Subang menangkap Terdakwa tepatnya Jumat, 28/02/2020, pukul 23.00 WIB di salah satu PO Bus, Cilameri Kab Subang. Dari tangan Terdakwa disita ponsel merk samsung J2 Prime warna silver, yang merupakan milik Korban.

Majelis Hakim mengungkapkan, keadaan yang memberatkan bagi Terdakwa, selain bertentangan dengan hukum, perbuatan Terdakwa juga bertentangan dengan norma kesusilaan. Selain itu, korban perbuatan Terdakwa adalah seorang perempuan yang tidak berdaya. Sedangkan keadaan yang meringankan, Terdakwa mengakui terus terang perbuatannya sehingga memperlancar persidangan. Terdakwa juga mempunyai tanggungan keluarga.

Di akhir putusannya, Hakim Ketua Derman P. Nababan yang merupakan Wakil Ketua PN Subang itu mengatakan hukuman yang dijatuhkan kepada Terdakwa haruslah dapat memberikan efek jera, serta diharapkan menjadi pembelajaran bagi Terdakwa dan masyarakat lain untuk tidak melakukan pembunuhan ataupun tindakan keji terhadap sesama manusia, maka hukuman yang pantas dan adil bagi Terdakwa adalah 14 (empat belas) tahun penjara, karena terbukti melakukan tindak pidana “Pembunuhan disertai dengan pencurian, sebagaimana diatur dalam Pasal 339 KUH Pidana”, ujar Derman sambil mengetuk palu.

Terdakwa yang mengikuti persidangan secara virtual zoom, tertunduk lesu dan dengan suara sayup mengatakan menerima putusan hakim. “Dengan ikhlas saya terima Pak Hakim” ujar Terdakwa singkat. Putusan Hakim lebih ringan satu tahun dari tuntutan Azam Akhmad A, Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Subang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.