Bupati Subang Beri Gerobak Sampah ke 31 Desa, Gandeng Saemaul Globalization Foundation

0
71

SUBANG – Bupati Subang H Ruhimat menyerahkan bantuan gerobak sampah kepada 31 Desa pada saat apel pagi, didampingi Sekda Subang H Aminudin, Senin (13/07/2020) di halaman kantor BKPSDM Subang.

Penyerahan secara simbolis dilakukan kepada 5 desa penerima gerobak sampah. Yaitu Desa Cibogo, Desa Gunung Tua, Kelurahan Dangdeur, Desa Gardumukti dan Desa Rawalele.

Bantuan gerobak sampah tersebut merupakan tahap 1 dari Program Pengelolaan Sampah Berbasis Desa dengan Sistem 3R kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Subang dengan Saemaul Globalization Foundation (SGF) untuk 31 Desa/Kelurahan.

Program tersebut dibagi 3 tahapan :
Tahap 1 pembagian gerobak sampah 1 unit utk 31 desa/kelurahan. Tahap 2 pembagian gerobak sampah 2 unit utk desa/kelurahan yang lolos tahap 1 dan Tahap 3 pemberian mobil Mini Dumptruk dan Fasilitas Pengelolaan Sampah berupa TPS 3R utk 5 desa/kel yang sudah mengelola sampahnya secara mandiri.

5 desa/kelurahan tersebut terbagi di 5 wilayah kabupaten Subang, yaitu wilayah Barat, wilayah tengah, wilayah timur, wilayah utara dan selatan. Masing masing wilayah 1 desa/kelurahan yang unggul dalam pengelolaan sampahnya.

Bupati Subang H. Ruhimat atau Kang Jimat mempimpin apel Pagi di Kantor Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Subang (BKPSDM).
Apel pagi yang biasanya dilaksanakan di halaman kantor Bupati Subang, kali ini dilaksanakan berbeda yaitu dilaksanakan di Kantor BKPSDM Kabupaten Subang.

Kang Jimat menyampaikan kegiatan apel pagi keliling ini dilaksanakan minimal sebulan sekali sebagai bentuk silaturahmi dengan perangkat daerah dan ASN serta agar perangkat daerah saling mengenal dan mengetahui kondisi perangkat daerah lainnya.

Dalam apel pagi tersebut di putar pidato presiden Republik Indonesia saat sidang kabinet paripurna di Istana Negara Jakarta 18 Juni 2020. Maksud diputarnya pidato Presiden Republik Indonesia agar mengingatkan seluruh ASN di jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Subang agar selalu menghadirkan sense of crisis. “Karena saat ini kita tidak boleh bekerja biasa-biasa saja tapi harus bekerja dengan luar biasa atau extra ordinary,” ujarnya.

Kang Jimat meminta maaf kepada seluruh ASN apabila belum bisa memuaskan seluruh pegawai dalam hal rotasi mutasi maupun promosi, Kang jimat kembali menekankan dalam periode pemerintahannya apapun alasannya tidak boleh ada jual beli jabatan. Dia meminta keikhlasan semua pihak untuk menghadirkan kinerja terbaik dalam menjalankan pemerintahan di Kabupaten Subang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.