Cinta Seni Tradisi Sunda, Bang Ara Bentuk MS Kalang Juang

0
71

SUBANG – Sebagai wujud kecintaan terhadap seni tradisi Sunda, Maruarar Sirait meminta DPC PDI Perjuangan Kabupaten Subang membentuk sebuah lembaga dinamai MS Kalang Juang.

MS Kalang Juang yang dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Bidang Pemuda, Budaya dan Olahraga, Noviyanti Maulani, untuk menjadi sebuah wadah kreativitas pelestarian seni tradisi Sunda.

Noviyanti menjelaskan, MS Kalang Juang adalah wujud implementasi kecintaan Bang Ara, sapaan Maruarar Sirait, terhadap seni tradisi Sunda khususnya di Kabupaten Subang.

“Kenapa khusus, karena MS Kalang Juang ini dibentuk hanya di DPC PDI Perjuangan Kabupaten Subang. Tidak ada di daerah lain,” ujar Novi, Selasa (04/08/2020).

Menurut Novi, aktivitas utama lembaga MS Kalang Juang ini selain berupaya melestarikan seni tradisi, lembaga baru ini bakal membuat berbagai macam penelitian dan revitalisasi seni tradisi yang sudah punah. Selanjutnya, hasil penelitian dan revitalisasi lalu dimunculkan kembali, disebarkan ke seluruh masyarakat di Kabupaten Subang

“Sesuai dengan arahan Bang Ara, buat MS Kalang Juang ini sebagai pencapaian bernilai tinggi dan memberi sumbangsih bagi hasanah seni tradisi Sunda,” kata Novi.

Lebih lanjut Novi memaparkan makna lambang MS Kalang Juang yang sudah dibuat. Bentuk rumah itu adalah wahana atau ruang kreasi dengan warna emas yang mempunyai arti bahwa membangun generasi emas. Kalang Juang berarti garis perjuangan. Jadi MS Kalang Juang bisa diartikan garis perjuangan Bang Ara membangun generasi emas.

“Selain seni tradisi tarian dan juga pencak silat, MS Kalang Juang akan membuat penelitian kesenian tradisi yang sudah punah hingga direvitalisasi. Selanjutnya hasil revitalisasi akan dibudayakan,” imbuhnya.

Menurut Novi, banyak karya seni tradisi yang sudah punah perlu direvitalisasi kembali. Antara lain, Seni Pertunjukan Blentuk Ngapung, Topeng Menor, Doger Kontrak, Kuda Giribig dan masih banyak lainnya.

“Setelah direvitalisasi dan didokumentasikan, langkah berikutnya dibuat video dokumenter dan disebarkan di sanggar-sanggar seni dan sekolah,” tutupnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.