Internet Desa Digital Jawara akan Dibuka oleh Siswi SMPN 2 Cijambe

0
90

SUBANG – Sinta Nurmala, seorang anak yatim siswi SMPN 2 Cijambe ditunjuk sebagai pembuka peresmian perdana pengaktifan internet 5 Desa Digital Jawara di Kabupaten Subang. Di rumah Sinta, Desa Sukahurip, internet Desa Digital perdana, mulai digunakan, pada Selasa (28/07/2020).

Lima Desa Digital Jawara, yakni Desa Sukahurip, Cirangkong, Cikadu, Bantarsari dan Cimenteng Kecamatan Cijambe sudah selesai dibangun sarana dan prasarana standar Desa digital. Selanjutnya disusul seluruh desa di Subang.

Raja Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan Rahyang Mandalajati Evi Silviadi SB selaku penggagas program desa digital jawara di Kabupaten Subang mengatakan, ingin memberikan kesempatan khusus bagi seorang siswa yang butuh internet untuk kebutuhan sekolah. Maka dipilihlah Sinta Nurmala di pembukaan program desa digital di Desa Sukahurip.

Rumah Sinta Nurmala (14), terletak di Kampung Cipeuris RT10/04 Desa Sukahurip Kecamatan Cijambe. Putri dari pasangan (Almarhum) Warli Wijoyo dengan Een Jaenah.

“Besok itu hari pertama desa digital jawara diaktifkan untuk di 5 desa, kita berikan kesempatan kepada Ananda Sinta Nurmala, untuk menandai dioperasikannya desa digital tersebut,” ujar Evi kepada wartawan di Subang, Senin (27/7/2020).

Evi menyebutkan, Sinta Nurmala yang berstatus anak yatim, tinggal bersama Ibunya di rumah panggung berdindingkan bilik bambu, dan orang tuanya tidak mampu, yang tidak pernah tersentuh oleh pemerintah. Sehingga Galuh Pakuan memiliki kepedulian, selain memberikan kesempatan terhadap Sinta untuk mengaktifkan desa digital jawara itu. Galuh Pakuan juga memberikan akses internet Jawara secara gratis kepada Sinta.

Selain itu Sinta juga diberi bantuan sebuah laptop, dan beasiswa hingga keperguruan tinggi dari Galuh Pakuan.

“Dari program desa digital jawara ini, kami Galuh Pakuan berbagi beban, memberikan bantuan kepada Sinta sebuah laptop, dan beasiswa pendidikan hingga ke perguruan tinggi,” tegasnya

Program desa digital Jawara ini dikatakan Evi, orientasi program desa digital jawara ini lebih mengedepankan pemberdayaan masyarakat, tradiai sosial dan dengan kemitraan. Sehingga mampu menjawab semua persoalan di masyarakat saat ini dan masa mendatang. Salah satunya persoalan pendidikan, di masa pandemi covid-19.

“Dimana saya mendapatkan kabar, bahwa ada 42 ribuan siswa di Jawa Barat, di saat harus belajar secara virtual, selama pandemi covid ini berlangsung. Maka saya berharap, meski baru di 5 desa yaitu, Desa Cirangkong, Bantarsari, Cikadu, Cimenteng dan Desa Sukahurip Kecamatan Cijambe, desa digital jawara ini, mampu meminimalisir persoalan digital di dunia pendidikan. Salah satunya yang dialami Sinta,” tandas Evi.

Kemudian program digital Jawara ini, setelah dioperasikan di 5 desa itu lanjut Evi, akan dilanjutkan pemasangan infrastruktur desa digital jawara di beberapa desa di Kecamatan Cisalak, Kasomalang dan Tanjungsiang.

Sementara itu program desa digital jawara ini, merupakan hasil kerjasama antara Bumdesma Prakarsa Galuh, dengan BAKTI Kominfo, dan Smart Connect.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.