25.9 C
Subang
Senin, September 20, 2021

Berita Populer

Kemerdekaan Maestro Rebab Subang, Apih Uta ‘Dirampas’ Covid-19 dan PPKM

SUBANG – Jelang usia berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ke-76 tahun, masih banyak rakyat belum merasakan peran negara dalam kehidupan mereka. Apalagi situasi pandemi dua tahun terakhir memaksa pemerintah memberlakukan PPKM.

Terbaru, PPKM kembali diperpanjang sampai 16 Agustus 2021 mendatang, wilayah Kabupaten Subang kini statusnya diturunkan menjadi level 3.

Sepanjang pemberlakuan aturan pembatasan oleh pemerintah seperti PSBB, PPKM Mikro, PPKM Darurat dan sebagainya, kehidupan ekonomi masyarakat semakin sulit. Seperti dirasakan oleh kaum seniman tradisi. Mereka tak boleh manggung, otomatis tak dapat uang.

Di Subang, salah satunya Sang Maestro Rebab, Apih Uta. Dia yang sudah renta kedapatan sedang mengamen di pasar Purwadadi. Sontak membuat geger jagat maya.

Dari keterangannya, Apih Uta mengaku terpaksa mengamen untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya.

“Dari pada rebab tidak terpakai lebih baik saya pakai ngamen, jadi ada penghasilan,” paparnya dikutip dari postingan Instagram arreza_munggaran, pada Selasa (10/8) lalu.

Menyaksikan ironi itu, seniman lain di Subang tergerak membuat solidaritas menyalurkan donasi untuk Apih Uta. Kendati memang apa yang mereka beri tentu jauh dari cukup.

“Turut prihatin, sedih, dan teriris rasanya hati ini menyaksikan Apih Uta sampai harus ngamen, padahal dia seorang maestro,” tambah Ilham, salah satu Seniman Subang yang turut menggalang donasi untuk Apih Uta.

Sepanjang diketahui, belum kedapatan ada wakil rakyat dan pejabat Subang yang menyalurkan bantuan untuk Sang Maestro, padahal perjuangan dan jasa Apih Uta untuk membuat harum Subang di bidang kesenian tidak diragukan lagi.

Latest Posts

Terbaru

%d blogger menyukai ini: