Pergantian Pengurus KONI Jabar Dinilai Cacat Hukum

0
67

SUBANG – Sejumlah anggota KONI Jawa Barat mempertanyakan proses Pergantian Antar Waktu (PAW) sejumlah pengurus KONI Jawa Barat. Mereka menilai PAW tersebut cacat hukum.

Ketua Umum (Ketum) Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Jawa Barat Muhammad Saepul ST. MT, angkat bicara merespon fenomena yang terjadi di tubuh organisasi KONI Jabar. Intinya, dia menyebut PAW tersebut tanpa ada dasar hukum yang jelas.

“KONI ini bukan sebuah organisasi ecek-ecek, tetapi KONI ini merupakan organisasi di bawah naungan pemerintah, secara aturan hukam sangat jelas keberadaannya. Tetapi apa yang sudah dilakukan KONI Jawa Barat Saat ini, jelas sudah melanggar ketentuan hukum dan etik organisasi. Maka dari itu saya dan rekan-rekan pengurus lainnya, mempertanyakan legalitas dari proses PAW tersebut,” ujar Muhammad Saepul saat dihubungi via telepon, Kamis (25/6/2020).

Saepul menjelaskan, bahwa secara normatif, proses PAW itu dasarnya jelas diatur dalam AD/ART KONI. Misalnya pengurus atau anggota, yang melanggar etik seperti rendahnya ketidakhadiran, atau indisipliner dan lain sebagianya. Jika berdasar kuat seperti disebutkan, menurut Saepul, maka PAW tersebut pasti diterima oleh teman-teman pengurus yang terkena PAW. Tetapi jika indikatornya hanya beralasan perampingan, itu masih lemah. Apalagi ternyata, PAW tersebut diganti oleh orang baru, yang kompetensinya patut dipertanyakan.

“Proses PAW itu ujug-ujug saja, tanpa menjalankan mekanisme yang diatur dalam AD/ART KONI yang berlaku. Yang membuat saya dan teman-teman yang lainnya kaget, kok penggantinya diisi oleh orang-orang baru yang kompetensinya patut kita pertanyakan. Apakah bakal mampu membawa Jabar Juara Lahir Batin di PON Papua nanti. Apabila PAW itu tujuannya perampingan, tetapi kenapa malah yang diisi oleh orang yang tidak memiliki kompetensi,” tegasnya.

Saepul menegaskan, kendati dirinya sudah didepak dari kepengurusan KONI Jawa Barat saat ini, sebagai Ketum Pengprov FAJI Jawa Barat, akan terus konsen, dan berjuang untuk mewujudkan Jabar Juara Lahir Batin.

“Sebagai orang Jawa Barat, tentunya memiliki kewajiban untuk mewujudkan Jabar juara lahir batin, dengan mempersatukan jiwa dan raga, berjuang demi kehormatan Jabar juara lahir batin,” pungkasnya.

Terpisah, Ketua Umum (Ketum) Pengurus Provinsi (Pengprov) Muaythai Indonesia Jawa Barat Rahyang Mandalajati Evi Silviadi mengungkapkan pandangannya tentang kondisi KONI Jawa Barat saat ini.

Evi menilai, Pengurus KONI Jawa Barat, terkesan tidak konsen terhadap target Jabar juara lahir batin di Papua. Padahal seluruh pengurus dan anggota dituntut untuk bahu membahu, dan bersatu, untuk menyelamatkan kehormatan bumi Sunda ini, untuk meraih Jabar juara lahir batin, yang sudah menjadi komitmen seluruh lapisan masyarakat Sunda.

“Kok KONI Jabar memberi kesan hobinya hanya mengumbar konflik saja di hadapan masyarakat Sunda. Padahal anggaran masyarakat Jawa Barat yang digunakan KONI, untuk meraih Jabar juara lahir batin di PON Papua itu tidak sedikit. Jika konflik terus, apa yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat Sunda nanti, jika target Jabar juara lahir batin tidak tercapai,” kata Evi.

Untuk menyelamatkan kehormatan Jabar juara lahir batin di PON Papua nanti sambung Evi, banyak Pengurus Cabor bersatu membangun sebuah Forum Penyelamat Jabar Juara Lahir Batin.

“Forum ini sebagai perwujudan, atau representasi rasa tanggunggungjawab penggiat cabang olahraga prestasi, untuk menyelamatkan kehormatan Jabar juara lahir batin di PON Papua. Forum ini masih menunggu jadwal pertemuan dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil,” tandasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.