Punya Lahan 38 Ribu Hektar, Jawa Barat Mampu Produksi Tembakau 53 Ribu Ton

0
59

SUBANG – Sebanyak 38 ribu hektar lahan di Provinsi Jabar termasuk di Kabupaten Subang ditanami Tembakau sebagai komoditas perkebunan strategis. Dari lahan seluas itu bisa mencapai produksi 53 ribu ton tembakau.

Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jabar Suryana mengungkapkan hal tersebut di hadapan Bupati Subang, Haji Ruhimat atau yang biasa dipanggil Kang Jimat saat melaksanakan panen perdana Tembakau di Kecamatan Serang Panjang Kabupaten Subang, Sabtu (19/09/2020) kemarin.

Panen perdana kali ini adalah panen pertama sebagai uji coba pengembangan komoditas tembakau di Kecamatan Serangpanjang.

Kang Jimat dalam kesempatan tersebut menyampaikan petani perlu untuk melihat komoditas-komoditas yang memiliki keunggulan dan mampu memberikan nilai lebih untuk para petani. Tembakau adalah salah satu komoditas yang cocok untuk di tanam di Kabupaten Subang, mengingat permintaan akan komoditas ini cukup besar

Suryana menyebutkan bahwa Perkebunan tembakau tersebar hampir di setiap kabupaten atau kota dalam lahan seluas 38 ribu hektar tersebut.

Tingginya lahan tembakau di Jabar tak lepas dari sifat tanam tembakau yang bisa hidup di tanah marjinal, yakni tanah berbatu dan kekurangan air. Beda dengan komoditas lain seperti kakau yang penanamannya harus dipelihara secara teliti.

“Tembakau ditanam di tanah berbatu hasilnya bagus. Dan dari puncuk sampai terbawah laku keras. Kami di pemprov tetap dukung pengembangannya,” tandasnya.

Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jabar Suryana mengatakan, Jabar merupakan daerah yang unik. Rata-rata, Jabar menghasilkan 1,2-1,4 ton tembakau per hektarnya. Jenis tembakau yang dihasilkan pun beragam. Tembakau khasnya adalah mole yang memiliki lima jenis, yakni mole merah, kuning, hijau, kecoklatan dan putih. “Di Indonesia ada delapan jenis tembakau, lima di antaranya ada di Jabar,” katanya.

Bahkan Jabar sudah mengekspor tembakau mole dan tembakau hitam ke luar negeri. Artinya, sambung dia, tembakau turut menyumbangkan devisa untuk negara.

Kang Jimat dalam kesempatan panen perdana tersebut didampingi ketua KONI Kabupaten Subang, Prof Karim selaku pemerhati lingkungan, Asda 1 Setda Subang, Kepala Dinas Pertanian, camat Serang panjang, ketua asosiasi petani tembakau Jawa Barat dan ketua asosiasi petani tembakau Kabupaten Subang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.