Siap siap, Ini Syarat Tambahan bagi Pemohon SIM

0
60

SUBANG – Para pemohon penerbitan Surat Izin Mengemudi (SIM) jenis kendaraan apapun harus bersiap untuk memenuhi satu persyaratan tambahan. Yakni hasil tes kesehatan rohani/psikologi.

Kapolres Subang AKBP Teddy Fanani melalui Kasatlantas AKP Endang Sujana menyampaikan bahwa Pemerikasaan Kesehatan Rohani / Psikologi pada Penerbitan SIM di Jawa barat adalah sesuai amanat per undang – undangan.

Menurut Kasatlantas, dasar hukum pemeriksaan psikologi pada penerbitan SIM dalam Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Yakni Pasal 81 Ayat (1) yang berbunyi “untuk mendapatkan SIM sebagaimana dimaksud pasal 77, setiap orang harus memenuhi persyaratan usia, administrasi, kesehatan dan lulus ujian”.

Selanjutnya, dijelaskan dalam Pasal 81 Ayat (4) syarat kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi : a. Sehat jasmani dengan surat keterangan dari dokter; b. Sehat rohani dengan surat lulus tes psikologi.

Lalu, Perkap 9 tahun 2012 tentang Surat Izin Mengemudi (SIM) Pasal 24 , persyaratan pendaftaran SIM peserta uji meliputi: Usia, Administrasi;dan Kesehatan.

Dalam Pasal 34, persyaratan. kesehatan, sebagaimana dimaksud pasal 24 huruf c meliputi : Kesehatan Jasmani dan Kesehatan Rohani.

Pasal 36, kesehatan rohani meliputi:
(1) Kemampuan konsentrasi, diukur dari kemampuan memusatkan perhatian atau memfokuskan diri pada saat mengemudikan Ranmor di jalan.
(2) Kecermatan diukur dari kemampuan untuk melihat situasi dan keadaan secara cermat sehingga tidak terjadi kesalahan dalam memersepsikan kondisi yang ada.
(3) Pengendalian diri, diukur dari kemampuan mengendalikan sikapnya dalam mengemudikan Ranmor.
(4) Kemampuan penyesuaian diri diukur dari kemampuan individu mengendalikan dorongan dari dalam diri sendiri sehingga bisa berhubungan secara harmonis dengan lingkungan, dan beradaptasi dengan baik dengan situasi dan kondisi apapun yang terjadi dijalan saat mengemudi.
(5) Stabilitas emosi, diukur dari keadaan perasaan seseorang dalam menghadapi rangsangan dari luar dirinya dan kemampuan mengontrol emosinya pada saat menghadapi situasi yang tidak nyaman selama mengemudi.
(6) Ketahanan kerja diukur dari kemampuan individu untuk bekerja secara teratur dalam situasi yang menekan.

Dari point (1) sd (6) pada pasal 36 yang bersifat melekat pada pribadi manusia yang dapat berubah sesuai kondisi pribadi serta lingkungan masing-masing. Berdasarkan Dinamika Psikologi bahwa kondisi psikologi setiap orang akan berubah dalam rentan waktu 6 bulan – 1 tahun atau dalam kurun waktu tertentu dikarenakan berbagai interaksi sosial serta pengaruh lingkungan.

“Sesuai fungsi SIM dalam Perkap 9 tahun 2012 pasal 4 yaitu sebagai bukti dari legitimasi dan kontrol kompetensi pengemudi, sehingga dalam proses penerbitan SIM diperlukan hasil penilaian atas kesehatan rohani terbaru dengan maksud untuk memperoleh gambaran kondisi psikologi perorangan pada saat mengajukan SIM baru dan perpanjangan,” papar Kasat.

Dia mengungkapkan, faktor penyebab kecelakaan lalu lintas ada 4 yakni faktor pengemudi, faktor kendaraan, faktor jalan dan faktor lingkungan, dimana sebagian besar penyebab kecelakaan tersebut adalah dari faktor pengemudi.

Maka dari itu, untuk tes pemeriksaan kesehatan rohani / psikologi merupakan salah satu syarat kelengkapan administrasi pada saat pendaftaran SIM. Sehingga tes tersebut di luar dari mekanisme penerbitan SIM. Dimana mulai pemberlakuannya akan diumumkan kemudian.

“Pemeriksaan kesehatan rohani / psikologi tersebut dilaksanakan oleh lembaga psikologi swasta berbadan hukum, berkantor dan bertempat di luar lingkungan Mako Polri / Satpas.
Oleh karena itu, untuk biaya tes psikologi adalah kebijakan internal lembaga swasta yang merupakan upah jasa profesi psikolog yang tidak ada kaitannya dengan Kepolisian,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.