Tari Jaipong Dikenal Sebagai Budaya di ‘Sunda Besar’ dan ‘Sunda Kecil’

0
Kepala Suku Kampung Lefo Lamalera Nusa Tenggara Timur (NTT) Bona Beding
Kepala Suku Kampung Lefo Lamalera Nusa Tenggara Timur (NTT) Bona Beding bersama Raja LAK Galuh Pakuan/porosjabar.com

porosjabar SUBANG- Kepala Suku Kampung Lefo Lamalera Nusa Tenggara Timur (NTT) Bona Beding sengaja hadir pada acara Penganugrahan Festival Tari Jaipong Kreasi “Galagar Odeng” Galuh Pakuan Cup Seri IV 2020 Tingkat Nasional di Ciater Subang, Senin (14/12/2020) malam lalu.

Bona menyebutkan, bahwa tari jaipong yang menjadi seni budaya Bangsa Sunda, memiliki kemiripan dengan seni budaya di daerahnya Nusa Tenggara Timur, yaitu tari Jai.

Jaipong menurut Bona, terdiri dari dua suku kata yakni, Jai dan pong, jadi kalau Jai di NTT memiliki arti kumpul, atau tari bersama, sedangkan pong suara bunyi-bunyian seperti gendang.

“Kalau saya punya arti, jaipong itu, sebuah tarian yang dilakukan secara bersama-sama, dengan irama dan ritme, serta gerak tubuh, yang sinergis. Dan tari jaipong ini memiliki kesamaan, serta kemiripan dengan tari jai yang ada di NTT. Tari jaipong dan tari jai sama-sama seni budaya, yang lahir di pesisir pantai,”
ujar Bona kepada wartawan di Subang, Kamis (17/12/2020).

Bona menyatakan, kehadirannya di acara Penganugrahan Festival Tari Jaipong Kreasi “Galagar Odeng” Galuh Pakuan Cup IV ini, tak sengaja datang ke Jakarta, untuk menghadiri acara peringatan Hari Nusantara.

Tetapi diperjalanan diajak oleh Duta Laksana Galuh Pakuan Ariani Djalal dan Mas Jati.

Setelah menyaksikan dari awal sampai tuntas, maka lanjut dia, terbersit bahwa tari jaipong yang berasal dari Sunda Besar, sedangkan tari jai dari Sunda kecil, yang dulu kala di sebut Nusantara.

“Jadi hadir dalam pikiran dan imajinasi saya, bahwa antara tari jaipong dengan tari jai, memiliki hubungan yang sangat erat dengan sejarah bangsa ini, yaitu Nusantara, yang terdiri dari sunda besar dan sunda kecil,” terangnya.

Maka dari itu Bona juga mengajak, kepada Raja Lembaga Adat Karatwan Rahyang Mandalajati Evi Silviadi, untuk bersatu membangun keberagaman, dalam sebuah kebersamaan, serta persataun, melali Tari Jaipong “Galagar Odeng” dan Tari Jai NTT menjadi Nusantara.

“Kita di Ciater Subang Jawa Barat ini, berkomitmen, mempersatkan kembali NTT, Bali dna Pulau Jawa menjadi Nusantara,” Tandas Bona.

Sementara itu, Raja LAK Galuh Pakuan Rahyang Mandalajati Evi Silviadi, menyambut positif, terkait gagasan yang disampaikan Kepala Suku Kampung Lefo Lamalera NTT Bona Beding.

“Ini menjadi awal kebangkitan nusantara, yang tanpa disengaja, antara Sunda Besar dan Sunda Kecil dipertemukan dalam sebuah acara penganugrahan Festival Tari Jaipong Kreasi “Galagar Odeng” Galuh Pakuan Cup Seri IV 2020 Tingkat Nasional. Dan ini menjadi momentum, bagi anak bangsa dalam merajut asa kebersamaan dalam bingkai nusantara,” kata Evi.

Evi menyatakan, pertemuan ini bukan awal, dan bukan juga akhir. Tetapi menjadi titik nol, untuk mempersatukan kembali nusantara, yang kaya seni, budaya dan tradisi.

“Kami berdua, sebagai adik kakak, yang baru dipertemukan kembali lewat “Galagar Odeng”, yang diakui tidak hanya oleh kalangan pejabat tinggi negara. Tetapi juga oleh 80 negara, yang ikut menyaksikan Galagar Odeng secara virtual, selama hampir dua bukan ini berlangsung hingga ke malam penganugrahan festival tari jaipong kreasi Galuh Pakuan Cup seri IV ini,” pungkasnya

ok siap, mantap!

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.