Tim Audit Internal Koni Jabar Dinilai Banyak Janggal

0
Foto : Tim muaythai.

Bandung – Pengurus Muaythai Indonesia (MI) Jabar menilai banyak hal yang janggal dari Tim Audit Internal KONI Jabar. Hasil audit terkesan tidak transparan. Seharusnya diberitahukan untuk diperbaiki, dan ada berita acara yang harus ditandatangani Ketum Pengprov Muaythai Jabar.

Sebelumnya, Tim Audit Internal Koni Jabar melakukan audit ke sasana MI Jabar di Subang pada 7 Juni 2021 kemarin.

Rahyang Mandalajati Evi Silviadi SB selaku Ketum MI Jabar menyayangkan sikap Tim Audit ketika dipertanyakan hasil audit justru balik mengancam untuk di bawa ke ranah hukum. Bahkan ada kata-kata yang tidak wajar dan sepantasnya, keluar dari mulut tim audit internal KONI Jabar, yang secara pribadi menantang duel, jika Pengprov Muaythai Jabar tidak puas dengan hasil audit.

“Semestinya sih kita diberitahukan hasil audit itu, untuk kita perbaiki, kan mekanismenya seperti itu. Eh malah mengancam mau dibawa ke ranah hukum, dan katanya Pengurus Muaythai Jabar nangtang,” ucap Evi.

Padahal, Evi mengungkapkan, bahwa anggaran yang dipergunakan Muaythai hanya 0,3 persen dari total anggaran KONI Jabar, yang bersumber dari dana Hibah Pengprov Jabar. “Maka dari itu kami bersama dengan cabor lain, dan seluruh tokoh Jabar, serta pemerhati dan pecinta olahraga di Jabar, meminta BPK-RI untuk diaudit. Agar semua permasalahan keuangan KONI, terang benderang, dan Rakyat Jawa Barat supaya tahu,” pungkas Evi.

Akibat audit ini, Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) Muaythai Jawa Barat, untuk sementara dihentikan, sampai selesai pelaksanaan audit, hingga persoalan audit clear and clean.

Rahyang Mandalajati Evi Silviadi mengatakan, alasan pelatda Muaythai dihentikan sementara, karena semua peralatan untuk latihan para atlit, hari ini harus di bawa ke Sekretariat KONI Jabar, sesuai keperluan audit.

“Hari ini semua peralatan kami bawa ke KONI Jabar untuk di audit. Karena peralatan latihan para atlit, dipermasalahkan oleh tim audit internal KONI Jabar. Selain itu kami melihat ada tendensius terhadap Cabor Muaythai, padahal cabor muaythai sudah berupaya untuk mewujudkan Jabar Juara Lahir Batin di PON Papua. Juga demi menjaga martabat Jawa Barat di tingakt nasional,” ucap Evi.

Menurut Evi, tim audit internal KONI Jabar tidak perlu mengancam kepada Cabor Muaythai, atas temuan tim audit, untuk di bawa ke ranah hukum.

Padahal, peralatan latihan untuk atlit muaythai, yang hilang dan rusak, karena dipakai untuk eksistensi latihan seluruh atlit muaythai selama pelaksanaan pelatda, merupakan hal yang wajar. Kecuali peralatan itu tidak di pergunakan latihan.

“Dengan dibawanya peralatan latihan ini, Pengprov tidak bertanggungjawab terhadap terhentinya pelatda, termasuk honor pelatih,” tegasnya.

ok siap, mantap!

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.